FanFiction : Reza Zakarya ~ Lovely Guru

‘Delulu’ CAST:
– Reza Zakarya
– Evi Jeremias

Matahari sudah tegak diatas kepala dan bel pulang berbunyi dengan nyaring disebuah SMA Swasta Khusus Perempuan. Para siswi yang sudah tidak tahan belajar Komputer mempercepat langkah mereka menuju pintu ruang kelas, sementara guru Komputer mereka bernama Reza Mahdami seorang keturunan Arab bertubuh jangkung hanya bisa tersenyum melihat tingkah muridnya itu. Ia paham, menatap layar laptop disiang hari begini akan membuat mereka mudah mengantuk. Disaat Reza hendak akan keluar dari ruang kelas, Reza tertegun menyadari tersisa satu orang murid perempuan masih sibuk dengan laptopnya.

“Ada masalah apa? Kenapa belum pulang bersama kawan-kawanmu? Reza meletakkan tas kerjanya dan menghampiri meja sang murid

“Ehm, ini pak laptop saya tidak mau di shutdown. Memang selalu begini kalau Ms.Excel baru saja digunakan” keluh murid berambut pendek, dasi seragamnya mulai berantakan

“Wah minta di service tuh. Hehehe sini biar bapak bantu” Reza bergerak dan si murid pun refleks beranjak dari tempat duduknya bermaksud mempersilahkan gurunya duduk

“Tidak perlu, kamu saja yang duduk” perintah Reza lembut dan mau tidak mau sang murid menurutinya

Reza memposisikan diri disamping muridnya itu. Reza membungkukkan badannya yang tinggi sehingga mau tidak mau jarak antara guru dan murid itu sangatlah dekat. Terlihat ada getaran di nametag yang terkait di seragam murid perempuan itu, namanya Evi Jeremias.

“Well done. Laptopmu bermasalah, ayo cepat dibawa ke tempat service sebelum terjadi yang lebih parah lagi” ujar Reza kembali berdiri tegak

“Ehm, makasih Pak atas bantuannya. Makasih juga Pak atas sarannya” balas Evi agak linglung

“Oke, Bapak pulang duluan ya. Ada urusan keluarga penting. Sampai ketemu besok… Evi” Reza melirik kearah nametag dan melambaikan tangannya sumringah. Evi hanya bisa membalasnya singkat.

Setelah kepergian Reza, Evi seakan sadar kembali dan salah tingkah. Ekspresi Evi lalu berubah seperti orang panik dan Evi menyandarkan kepalanya diatas laptop

“Tadi Pak Reza tidak melihat wallpaper laptopku kan?” batin Evi cemas

~

7 hari setelah kejadian tersebut Evi semakin gelisah manakala selama seminggu itu Pak Reza tidak muncul lagi di sekolah. Menurut guru lain Pak Reza tengah mengambil cuti karena ada urusan keluarga, ah barangkali itu yang dimaksud Pak Reza ketika dirinya memperbaiki laptop milik Evi. Sampai pada hari ke-8 di jam istirahat seperti biasa Evi mondar mandir diruang guru untuk memastikan apakah Pak Reza hadir dan betapa gembiranya Evi melihat kehadiran guru kesayangannya itu. Evi tersenyum manis dan bersembunyi dibalik jendela memperhatikan Pak Reza yang tengah sibuk memberi nilai. Betapa kesal Evi karena waktu begitu cepat berlalu, bel masuk berbunyi dan Evi harus kembali ke kelas. Semakin kesal begitu Evi menyadari jika jam terakhirnya ini adalah Matematika bukan komputer sehingga Pak Reza justru harus masuk kelas sebelah.

~

Evi keluar dari ruang kelasnya dengan gontai. Evi manyun, Pasti Pak Reza sudah pulang. Evi menggoyang tas jinjingnya dengan kencang sehingga tas tersebut terhempas mengenai kaki Pak Reza. Evi tidak mampu lagi menyembunyikan kekagetannya.

“Lain kali Bapak tidak mau lihat kamu seperti ini. Tas pun harus diperlakukan dengan baik, Tas ini salah satu identitasmu sebagai seorang siswi” ujar Pak Reza tegas

“Maaf Pak” dengan penuh Evi menundukkan wajahnya

“Kamu belum mau pulang? Bapak mau bicara sama kamu” deg, Evi terhenyak. Ada apa gerangan?

Pak Reza dan Evi pun duduk berdua di taman sekolah yang sudah sepi. Pak Reza membuka percakapan…

“Bapak mau pindah ke Surabaya” kata Pak Reza setengah tertahan

“Loh, kenapa Pak?” tanya Evi kembali kaget

“Ehm anu… Bapak harus menikahi tunangan Bapak yang ada disana” Reza pun menoleh ke arah Evi dan mata Evi berkaca-kaca

“Jangan menangis.. Jangan bilang kamu menangis karena Bapak mau menikah bukannya karena Bapak berhenti menjadi guru kalian semua” Reza mulai menatap Evi tajam

“Benar Pak… Itu karena Evi suka sama bapak” Evi mempercepat pengucapannya pada kalimat terakhir dan tangan Evi bergetar

“Evi… Kamu tidak bercanda kan?” Reza pun memegang kedua tangan Evi yang bergetar, terharu akan perasaan muridnya

“Serius Pak.. Evi sudah dewasa, Evi tahu Evi benar jatuh cinta sama Bapak” lalu Evi menangis dan Reza tak kuasa melihat muridnya

Reza menarik muridnya itu kedalam pelukannya dan tidak terasa air mata Reza ikut jatuh karena kepolosan perasaan sang murid. Sementara itu Evi membalas pelukan hangat gurunya, dalam hati Evi merasa bahagia.

“Evi… Kalau kamu serius jatuh cinta sama Bapak kamu mau kan menuruti kata-kata Bapak?” Reza mengusap tangan Evi yang masih bergetar namun Evi terdiam

“Belajarlah yang rajin serta penuh semangat. Kamu adalah murid cerdas, kamu bisa sekolah diluar kota di Surabaya” Reza menggenggam erat tangan Evi menyalurkan energinya

“Terimakasih Pak.. Selamat atas pernikahan Bapak” lalu guru dan murid itu pun berjabat tangan, tersenyum manis.

~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s