“Membela” Acara Katakan Putus

Maaf gais, untuk saat ini belum ada postingan Drama Korea. Saya tidak mau menonton Drama Korea dengan pikiran yang kalut dan kehilangan fokus, seriously😦

Untuk yang kekinian seperti saya (elah) siapa yang tidak tahu acara Katakan Putus? Ditayangkan tiap sore membuat saya kembali mengenang masa-masa menunggu Drama Korea sore hari tapi sekarang bedanya saya menunggu sebuah acara drama reality. Sepintas berformat seperti Termehek-Mehek toh kedua acara tersebut dari stasiun TV sama dan sama-sama tergolong drama reality, perbedaannya jika Termehek-Mehek mencari orang hilang sedangkan Katakan Putus ya sudah jelas sesuai nama acara tersebut. Jika bertemu pada sebuah drama reality pertanyaannya hanya ada satu… “Ini acara settingan ape kagak?”

Okesip, saya pribadi adalah seorang penggemar acara Katakan Putus bahkan sebelum Conchita Caroline menjadi host acara itu. Sempat dihentikan penayangannya selama Ramadan, Katakan Putus pun kembali lagi yang awalnya ditayangkan pada pukul 18 mengalami pindah jam tayang jadi pukul 15. Sebab saya memang suka acara sejenis Katakan Putus, untuk saya pribadi saya menganggap Katakan Putus sebagai acara hiburan dan memaklumi segala settingan yang ada demi hiburan itu sendiri. Dibandingkan menuduh Katakan Putus sebagai murni settingan saya akan lebih suka menyebutnya setengah settingan setengah realita. Saya menyadari ada beberapa klien maupun orang yang terlibat dengan klien Katakan Putus ialah seorang bintang iklan tapi ah sudahlah toh ini cuma acara hiburan (GRATIS pula). Lagipula buat saya berbagai kasus (TIDAK SEMUA) yang ada dalam Katakan Putus itu pasti pernah terjadi dikehidupan nyata dan entah siapa pemilik kisah sedih itu. Kesimpulannya jika dituntut untuk berpikiran positif positif sekali sekali sekalii pada acara Katakan Putus saya akan menyebut tim kreatif Katakan Putus mempersembahkan sebuah cerita yang terinspirasi dari kehidupan manusia dan meminta para talent yang mereka tunjuk untuk memerankan watak dalam cerita itu ditambah Komo Conchita sebagai diri mereka sendiri. Toh niatnya baik, kita diperlihatkan pada sebuah cerita dengan pesan moral dibalik cerita tersebut sebab tim Katakan Putus paham sebagian kalangan merasa enek dengan format sinetron. Format drama reality akan jauh lebih menarik, lebih rating dan tim Katakan Putus mendapatkan apa yang mereka mau karena Katakan Putus menjadi program nomor 1 di stasiun TV tersebut. Intinya jika Katakan Putus bertingkah seolah-olah mereka 100% real saya tetap akan menganggapnya settingan toh saya sudah menyumbangkan rating, sesuatu yang tim Katakan Putus inginkan.

Dan sebenarnya yang paling saya suka dari Katakan Putus bukanlah kasus maupun klien mereka yang akhir-akhir selalu menargetkan anak SMA -_- tetapi duo host Riky Komo dan Conchita Caroline. Host beda usia 10 tahun ini begitu cocok dan begitu klop, improvisasi yang mereka lakukan apalagi kalau sedang marah-marah gregetnya dapet banget, sangat menghibur dan tidak jarang saya kembali tertawa terpingkal-pingkal untuk kesekian kalinya menonton Katakan Putus. Untuk Komo dan Conchita pacaran? Ah mending jangan deh, soalnya saya fans Conchita😀. Saya suka Conchita karena Conchita tidak se-annoying mantan pacar smash jika membawakan berita olahraga hehehe. Conchita juga fans Barcelona loh bahkan kami sama-sama 95 line. Huahahaha Conchita Komo mendingan gak usah pacaran, cukup Conchita lebih banyak belajar improvisasi dari Komo kan Komo sudah biasa jadi aktor. Ya itu sih kalau tim Katakan Putus mau menyebut acara mereka real, itu bisa diterapkan agar settingannya semakin mulus😀

45 pemikiran pada ““Membela” Acara Katakan Putus

  1. Sya sependapat dgn penulis ini, sya suka nnton katakan putus karna suka liat host nya yang cocok bgt, tpi Q ngk pengen mereka pacaran coz conchi juga seumuran 95 sama Q, jdi lbh baik conchi sma yang lain.heheh

  2. Sandy

    Asli bener2 settingan asli neg gua ngeliat tu pembawa acara maaf2 aja ya sebelumnya…
    Sok nyolot lah sok emosian lah… Padahal huffft susah dah ngejelasinnya… Parah dah tu

  3. Melvin Syifa

    Yahh saya mah tonton ajalah, daripada gak ada tontonan laen?? karna saya fans TransTv *hehehe* Yang terpenting adalah ambil positifnya buang negatifnya… Tohh bereskan??!!?!

  4. imani

    Qpun suka nonton kp. Pas banget dgn kehidupan anak muda skrg. Meskipun kadang2 jalan ceritanya mengada2. Tapi q tetap suka nonton acara itu.

  5. Dina Korovs

    Betul banget. Bagi kalian yang hate KP, tolong jangan ngejudge. Dan tolong bicara baik2 jangan asal main sosmed. Hhm gua pikir yg nge hate KP itu gapunya otak. Ya kita semua tau kalu KP hanya settingan tapi ada juga yang reality kok.

  6. Fajar Wicaksono

    Menurut Gue sih, KP menjadi satu-satunya variety show yg membuat gue makin gila sama lagu Infinite – Back dan Tol Cipularang.
    Terutama episode 2, “Tania Putusin Jefry karena selingkuh”. Teman gue tuh yang main actingnya.

    Apalagi Pas adegan Jefry berantem di kafe sama Tania krn kepergok selingkuh, itu inget banget sama MVnya Infinite – Back. Story tellingnya nempel bgt.
    Apalagi pas scene Tania yang nangis di kafe pas pelukan ama Conchitta, itu feelnya dpt bgt setara dengan Sungkyu hampir pingsan dipukul dr belakang.
    Gue akui sih acting Tania keren bgt.
    Sayangnya, kenapa Katakan Putus gak menampilkan adegan lebih dramatis atau lebih thrill, seperti bawa pisau, samurai atau senjata api atau ditabrak dilindes bus di Tol Cipularang Km. 97?

    Kekurangan Katakan Putus itu ngerasa tanggung buat “reality” show yg ekstrem dan dramatis. Berantem-berantem seperti belum puas bagiku. Hahaha….

    Pantesnya kalau mau Katakan Putus+ (yg gue omongin di atas) itu ditayangkan di tv-tv kabel, yg bisa dibuat rating 19+ atau 23+.

  7. Tri Widia Ningsih

    Saya kecewa, ternyata acara ini cuma settingan. Padahal tiap hari saya nonton, sampe gak mau ketinggalan.
    Haduhh..parah!😦

  8. Shaztya

    udah menduga2 juga dari dlu ini acara settingan, soalny jalan ceritanya kebetulan mulu…….dugaan itu mnjadi keyakinan pas kemaren liat target kok ada kabel semacam microfon atau apaanlah itu….ms’ targetnya udah tau dia mau masuk TV? hihihi…tp, acarany seru bikin gregetan….sekedar masukan sih buat team katakan putus alangkah lebih baiknya kalau yg ditayangin mmg real kisah nyata yg sesungguhnya klu seperti ini kan sama aja dg menipu penonton…tp syukurlah penonton skarang gak tertipu lagi udah pada cerdas semua hehehe33.(tayang setiap hari berarti ada yg putus tiap hari dunk, imposible)

  9. walaupun katakan putus itu settingan, saya kurang setuju bahwa anda menyatakan “tidak semua itu terjadi”. Sebenarnya, walaupun katakan putus itu settingan, serial ini mengrefleksikan bahwa bagaimana caranya anak2 abg itu berpacaran dan berselingkuh ke orang lain. Katakan putus sebenarnya itun hit karena suspensi sama dramanya (walaupun banyak bertengkarannya….meh it’s just drama and a classic indonesian over dramatic shit)

  10. indra haryanto

    Pada akhirnya serahkan aja semua pada pemirsa, mau nonton sinetron KP atau tidak itu hak mereka. Memang pendidikan di negeri ini tdk merata. Kualitas, kedewasaan, dan intelegency seseorang bisa dilihat dari apa yg dia tonton. Buat saya yg baru 2 kali nonton sinetron KP aja sudah bisa disimpulkan ini settingan atau bukan.

  11. jowoiki

    Mending nonton upin ipin geng
    agak waras dikit
    itu katakan putus apaan
    mau ngumbar masalah orang?
    wkawkakwkakwa
    Cari rating kok kaya gitu :v

  12. madhan

    ga ada mreka bilang 100% real, jd ada kmungkinan setingan,, dr percakapan, gerak gerik mreka keliatan sangat menonjol, dramatis, kagak ada malunya, emosinya juga terkontrol, kalo ada ribut2 antara 2 cowo paling cuma dorong2an ga sampe menggunakan emosi spontan, reflek.. Saya sering ngeliat org2 ribut ga ada maen dorong2an, langsung tonjok2an tu.. Lagian mana ada org mau disorot kamera sembarangan,, itu namanya pencemaran nama baik..kalo ada sensor muka, oke la
    ada jg episod sekian, lupa.. Si bobby yg tatoan pernah ikut..nah si boby inikan udah trkenal sbg model.. Fotony bnyak di medsos..

    1. iqbalrasyid

      Sebenernya ini acara udah diseting apa beneran sih , ! Iya sih kalo liat ada yg ribut juga cuman dorong “an doang hadeuh !!!!

  13. Kalau dari sudut hukum, untuk melakukan penyadapan hanya 5 lembaga pemerintah:Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian, Kejaksaan, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Badan Intelijen Negara (BIN)

    Selain itu melanggar hukum alias harus diproses secara hukum. Tapi acara katakan putus masih tetap berjalan walaupun ada penyadapan2.

    Jadi kayakannya itu settingan aja, tidaak bisa dituntut secara hukum karena mungkin serupa dengan sinetron

    Nomor Cantik Jujur Com

    1. m jaffar shodiq

      Lah itu yg jadi masalah
      Aku gk mau debat acara ini,tapi overall apakah kalian bisa mikir efek acara ini dilihat anak”?

      Yg udah dewasa sih enak tinggal ambil + buang yg – tapi please
      Take somethings in right place and time
      Lebih bijak acara ini tayang jam 11 malam

    2. Hamba_allah

      Lah itu dia masalahnya
      Yg udah dewasa sih enak tinggal ambil+ buang –

      Lah kl anak” gimana effectnya ?
      Please take a something in right place and time

  14. Choa

    Acara sampah kok ditonton? Kapan masyarakat indonesia mau cerdas kalo hiburannya penuh dengan kebohongan? Tonton lah program hiburan yg menghibur dan juga mendidik agar waktu kalian ga sia sia

  15. Pada akhirnya acara Katakan Putus bubar juga (eh bener nggak sih udah bubar? Daku jarang nonton TV kalau nggak nyalain KBS, atau M!Countdown *ketauan hobi nonton apaan*). Acara ini pernah saya tonton dua kali kalau nggak salah, waktu si cowok ngelaporin ceweknya yang lebih suka sang idola dibandingkan pacarnya. Kalau pendapat saya sih, “Putus, ya putus aja. Kok ribet. Ngapain pake dibawa ke tv segala. Sepenting itukah orang putus sampai harus masuk tv segala?”. Dan ini sebenernya ngelanggar privasi orang juga, walau 90% saya yakini fake atau script. Selain itu, episode yang saya tonton itu kebetulan temanya sama, cuma yang menjadi ‘masalah’ itu berbeda. Satunya boyband asal Inggris yang terkenal, One Direction, satunya Idol Group K-Pop siapa ya, antara SuJu sama EXO kali ya. Udah lama hahaha. Mencemarkan nama baik sebuah ‘kelompok’ juga. Well, saya bukan fans One Direction atau SuJu, tapi saya tau gimana rasanya orang nonfans menjugde sebuah fandom hanya karena acara televisi yang settingan, because i’m an EXOfans (but not part of their fandom) :”) izin jelajah blognya ya mas🙂 kayaknya menarik nih.

  16. Katanya reality show, ngga tau sandiwara doang, acara pembohong !!!
    Transtv tv jgn di siarkan lagi dong acara tv kayak gini, anak” umur 9 tahun aja nonton katakan putus, apakah itu bagus untuk anak” ? Ini acara tv kayak ini ngga ada makna untuk bisa di ambil, jadi pliss di hentikan aja.

  17. Nahnu

    Semua ada baik dan buruknya,
    disana banyak adegan yg tidak
    mendidik trutama untuk anak2
    seperti nyolot nyolotan atau
    marah marahan terus

  18. Gratis sih gratis, tapi gak mutu banget. Kalo Ada yang nanya “emang lu bisa bikin acara tipi yang mutu?” Jawabanku “enggak lah, tapi kita sebagai pemirsa apa gak boleh kasih kritik?”
    Terlebih lagi temanku pernah main di Kp, dan namanya di ganti wkwkw, keliatan bat boongnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s