Catatan Pra Kuliah : Ospek yang Tak Kunjung Selesai


l o n e l y

Separuh jiwaku pergi. Sudah seminggu lebih saya menjalani Ospek (maupun pra-ospek) di Universitas sebagai Mahasiswa Baru. Beribu suka maupun beribu duka telah saya rasakan selama menjalaninya dan sepanjang itu saya merasa seperti separuh diri saya telah menghilang. Saya mencari-cari apa hal yang membuat saya jadi sebimbang ini dan ternyata penyebabnya karena saya kangen menulis.

Saya pun tidak akan menulis panjang lebar sebab kiranya saya punya jam istirahat yang sempit. Selama Ospek ini istilah kerennya saya kerap “pergi silau pulang silau” bahkan akhir-akhir ini saya pergi waktu matahari terbit dan saya pulang waktu matahari tenggelam. Walaupun rutinitas Ospek ini saya sendiri pun tidak tahu kapan akan selesai sejujurnya Ospek adalah kegiatan yang menyenangkan. Bertemu kakak kakak senior setiap hari dengan look mereka cukup lumayan adalah serangkaian proses hidup yang akan sulit saya lupakan. Terlebih kakak senior tidak segalak ekspektasi saya, itu keren dan menjadi fakta paling keren selama saya mengikuti Ospek. Di kampus saya selalu menemukan pemandangan unik terutama mahasiswa merokok dan ngopi tidak kenal tempat dan uniknya saya belum pernah menemukan ada yang sedang berpacaran. Padahal jika waktu istirahat Ospek saya akan berada di tempat pojok duduk sendirian seperti anak hilang, itulah saya yang masih cupu dalam melakukan adaptasi. Dunia mahasiswa masih terlalu mengejutkan lalu kapan saya akan terbiasa? Saya memang payah dalam hal adaptasišŸ˜¦

Rasa jenuh menjalani Ospek yang tidak kunjung selesai itu tentu saja ada dan saya kerap melampiaskan kejenuhan itu dengan mengeluh. Mengeluh sebentar lalu kemudian melupakannya begitu saja, sebuah cara yang untuk saya cukup efektif menghilangkan kepenatan. Bukan sembarang mengeluh sebab setelah mengeluh saya akan menganggap segala kejadian penuh keluhan ini pasti ada hikmah dibalik itu, contohnya saja 3 hari saya ikut Ospek wajah saya kembali terbakar matahari dan nampak “belang” seperti waktu SMA 3 tahun lalu. Walaupun wajah saya jadi hitam lagi tetapi dibalik itu saya melakukan kegiatan menyenangkan bersama kawan-kawan Maba dan kakak senior, sebuah hal yang tidak saya peroleh selama menganggur 3 tahun.

Singkatnya begitu, bahkan ketika saya bermalas-malasan tiada yang sia-sia apalagi jika saya sudah disiplin. Mari terus belajar dan semoga Ospek ini bisa cepat selesai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s