Catatan Pra Kuliah : Akhir Untuk “Perdana”


(ilustrasi)

Semenjak saya menuliskan sesuatu tentang kakak Zatra Perdana di blog ini saya justru jadi jarang memperhatikannya lagi. Buku saya hilang dan saya galau berat menyebabkan fokus saya terpecah. Ini rasanya jadi semakin galau begitu melihat kak Zatra dikerumuni Maba perempuan sementara saya hanya bisa memperhatikan beliau dari jauh tak terjangkau sampai bau matahari. Tetapi disatu sisi saya senang itu artinya feeling saya tentang kak Zatra ada benarnya juga, ada sisi menarik dalam diri Kak Zatra. Esok harinya… Masih Kak Zatra.

Masih Kak Zatra…
Menuju pengukuhan Mahasiswa Baru Kak Zatra tampil lebih rapi dagunya mulus sepintas membuat saya sedih. Mengejutkannya ketika saya duduk bersebelahan dengan beberapa kakak panitia perempuan, kakak panitia mengutak-atik android mereka dan memperlihatkan pada temannya beberapa foto koplak Kak Zatra selama menginap di kampus sebagai panitia kalau tidak salah. Lantas saya kembali bingung, apakah sudah ditakdirkan saya melihat foto koplak Kak Zatra atau kakak senior perempuan di samping saya ini juga pengagum dari Kakak Zatra? Tuhan Maha Adil.
Tidak kalah mengejutkannya seusai pengukuhan Mahasiswa Baru, di sore hari saya melihat pemandangan romantis sekaligus unik. Saat Kak Adel diserbu mahasiswa baru untuk dimintai tandatangan (dan saya harus mendapatkan tandatangan Kak Muji untuk mendapatkan tandatangan Kak Adel -_-), Kak Zatra menarik tangan Kak Adel agar bisa lepas dari kerumunan Mahasiswa Baru. Ya begitulah kira-kira, sampai sekarang saya masih bingung kenapa saya harus menjalani takdir seperti ini di hari ini? Melihat para wanita yang gesturnya nyaman dengan kakak Zatra, melihat sisi lain kakak Zatra dan mungkin saja ini merupakan salam perpisahan sebenarnya.

Ngomong-ngomong soal pengukuhan akhirnya saya pribadi sudah dikukuhkan artinya saya sudah menjadi Mahasiswa. Tidak lupa pelaksanaan Ta’aruf resmi ditutup berarti Ospek yang panjang telah berakhir. Walaupun saya pastinya akan merindukan momen-momen 2 minggu terakhir bersama Maba dan kakak panitia sebab saya merasa kakak panitia jauh lebih menyenangkan ketimbang senior di fakultas hehehe. Alhamdulillah semua kan ada hikmahnya, barangkali kedepannya saya akan lebih sibuk lagi sebagai Mahasiswa membuat blog ini tidak terisi jadi mohon maaf dengan perasaan bersalah saya tetap memohon do’a restu pembaca semua. Hari akan semakin berat, tarikan nafas akan semakin sesak ditambah perpisahan yang makin tak kuasa terbendung semoga segala hal ini membuat saya jadi Mahasiswa kuat seperti Kak Zatra.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s