Curhatku : Bina Akrab dan Bakti Sosial di Bonra


Desa Bonra, Desa yang ajaib karena jumlah anak-anak disini sangat banyak sekali

Ya maklumlah mahasiswa baru jadi kegiatan bina akrab dan bakti sosial harus saya ikuti😀. Hahaha sekarang saya benar-benar sudah menjadi mahasiswa, semester 1 pula hahahaha. Waktu nge-cek handphone ternyata saya sempat memfoto-foto Desa Bonra jadi apa salahnya jika saya turut berbagi disini.

Awal oktober lalu 3 hari 2 malam saya beserta kawan-kawan lain berada di kantor desa Bonra dalam rangka melaksanakan bina akrab dan bakti sosial. Banyak hal terjadi salah satunya ialah kami dilarang mandi selama mengikuti kegiatan sebab kemarau panjang masih berjalan entah kapan berhentinya. Selain tidak mandi selebihnya saya mengenang masa-masa di Bonra sebagai hal menyenangkan apalagi ternyata senior kami pribadinya baik baik. Menakjubkan ditambah Desa Bonra merupakan Desa yang ajaib karena sangat banyak sekali anak-anak kecil ada di desa ini mulai yang bersekolah TK apalagi SD.

Di hari ke-2 bina akrab dan bakti sosial, di Desa yang menggunakan Bahasa Daerah sebagai bahasa berbicara ini para kakak senior menyelenggarakan semacam event di lapangan Desa. Kakak senior menggelar acara lomba permainan tradisional yang bisa diikuti oleh anak-anak desa Bonra dan saya ditugaskan mengatur permain “Mambeso-beso” alias “Menarik-narik”. Ohya sebelum itu mari saya perkenalkan salah satu anak paling imut di Desa Bonra.

Anak lelaki yang memakai batik ini bernama Dani Ramadan. Dia kelihatan sangat kalem namun juga ceria dan saya sangat kaget ketika Dani menceritakan bahwa dirinya adalah anak yatim. Tahun depan Dani yang TK akan masuk SD jadi mari kita do’akan agar cita-citanya sebagai seorang polisi bisa tercapai. Amien.

Dalam bahasa profesional Kakak Senior menyebut Mambeso-beso sebagai Karapan Pelepah Pinang, jadi kira-kira sudah terbayang kan Mambeso-beso itu permainan seperti apa? Satu tim berisi 2 orang dan juara 1 dari lomba ini adalah 2 anak lelaki bernama Arman dan Arling. Cheese~

Inilah dia Arman dan Arling. Ohya bicara soal Arling, anak ini sangat sering memanggil saya dengan sebutan Evi Masamba hahahaha. Agak kesal sih tapi ya sudahlah tidak apa-apa. Arling selalu menyahut menyebut nama saya dan setelah itu kami berdua melakukan toast bareng. Kebiasaan saya dan Arling ini lalu diikuti oleh anak-anak Bonra lainnya. Huaaa kan jadi kangen.

Riska dan temannya yang juara 2 lomba Mambeso-beso. Saya suka mereka😀

Dan ini dia para peserta Mambeso berfoto bersama salah satu Kakak Senior kami yang bernama Ifah.

Sungguh sebuah kebahagiaan bisa bermain bersama anak-anak ini. Mereka berisik sekali menandakan betapa merdeka pikiran mereka dalam memandang hidup. Saya yang orang Mandar tapi tidak fasih bahasa Mandar semampu saya mencoba berkomunikasi dengan mereka menggunakan bahasa Mandar. Serba tantangan jika bersama anak-anak ini.

Ini sebelum meninggalkan Bonra, kami melakukan kerja bakti kecil-kecilan membersihkan area sungai mati dari kerumunan sampah.

Ya begitulah ketenangan Bonra
Ya begitulah kebaikan hati kakak senior
Ya begitulah keceriaan anak-anak
Ya begitulah keluhan teman mahasiswa baru
Sampai jumpa, Bonra🙂

2 pemikiran pada “Curhatku : Bina Akrab dan Bakti Sosial di Bonra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s