FanFiction : Yuda dan Uco ~ Karaoke


Yoweslah, mari ikut-ikutan membuat fanfiction untuk Rama dan Uco mengingat mereka memang romantisđŸ˜€

~

Usai mengangkat telfon dari Bejo, Uco kembali masuk ke ruang karaoke dan mendapati Yuda menatapnya dengan datar. Uco duduk berdekatan dengan Yuda, menawari Yuda untuk minum tapi Yuda kekeuh menolak minuman dari Uco.

“Kamu ini kenapa sih? Jual mahal kayak cewek-cewek tadi?” tanya Uco dengan emosi yang jauh lebih terkontrol

“Gak kok. Aku gak suka minum” jawab Yuda masih datar

“Gak normal. Yaudah aku mau nyanyi toh gratis kan?” cepat Uco membuka-buka daftar lagu dan segera menentukan lagu apa yang akan ia nyanyikan

Yuda kaget ketika Uco memilih lagu Speak Softly Love yang merupakan soundtrack Film The Godfathers. Tiba-tiba saja mata Yuda menyiratkan rasa iba, Yuda kasihan karena Uco dipermainkan oleh ambisinya sendiri.

“Co.. Boleh aku bicara?” sahut Yuda menoleh pada Uco

“Apa Yud?”

“Ayo kita tinggalin dunia ini dan ninggalin ambisimu. Namanya memulai hidup baru” sorot mata Yuda begitu tajam

“Wow, ninggalin ayah yang bergelimang harta dan aku bakalan jadi pemuda miskin? Ogah!” jawab Uco mantap dan meneguk minumannya

“Tapi Co aku melihatmu tidak tenang, kau seperti dikejar ambisimu sendiri. Aku kasihan sama kamu…”

“Dan aku gak butuh rasa kasihan” potong Uco membuat Yuda menghela nafas

“Tidakkah kamu menginginkan kehidupan yang tanpa darah? Tidakkah kamu menginginkan kehidupan yang aman dan nyaman? Aku mau seperti itu Co. Aku bosan dipukuli orang, aku bosan diperalat” ucap Yuda mengeluarkan segala bebannya

“Oh jadi kamu bosan diperalat sama kami? Yaudah pergi aja sana, keluar!!! Hidup matimu bukan tanggungan kami lagi” bentak Uco melemparkan mic ke arah Yuda

Yuda bangkit dari duduknya menuju pintu ruangan karaoke. Yuda menoleh dan melihat Uco minum langsung dari botol. Yuda semakin merasa iba

“Ayo ikut sama aku” kata Yuda dengan lemah

“Aku udah bilang aku gak mau kampret!!! Sana keluar!!!” Uco melempar botol minumannya ke arah pintu tempat Yuda berdiri

Pecahan kaca botol mengenai tangan Yuda dan tangan Yuda mengeluarkan darah. Sepintas Uco merasa bersalah tetapi Yuda sudah menutup pintu meninggalkan Uco sendirian di ruang karaoke.
Uco duduk terdiam, Uco menangis menyesal telah mengusir Yuda. Kini Yuda telah pergi, lalu jika bukan kepada Yuda kepada siapa lagi Uco bisa bercerita mengenai isi hatinya? Kepada Eka? Sayangnya Eka terlalu setia pada sang ayah. Kembali Uco terdiam lama sampai Uco tidak tahan lagi dan memutuskan mengejar Yuda. Uco membuka pintu dan kaget melihat didepannya berdiri gadis karaoke yang barusan dia jambak. Seingat Uco, ia hanya menjambak rambut gadis itu tanpa memukulinya tetapi kenapa gadis karaoke ini babak belur?

“Negara ini hancur bukan karena kami melainkan karena orang-orang kayak kamu. Kamu kaya tapi kenapa gak bukain lapangan pekerjaan yang layak untuk kami?” teriak si gadis karaoke, ekspresinya menahan perih

“Apaan sih ini cewek.. Minggir woy!!!” teriak Uco lebih keras dan tanpa diduga si cewek mendorong Uco untuk masuk kembali ke ruang karaoke. Uco terkapar, pengaruh alkohol menyulitkan Uco untuk bangkit

“Orang-orang macam kalian harus musnah dari negara ini” di sampingnya si gadis melihat pecahan kaca botol dan tanpa pikir panjang gadis karaoke itu mengambil dan menusukkan pecahan kaca botol ke organ vital milik Uco

Uco mengerang sangat keras, Uco memegang area vitalnya yang mengeluarkan darah segar

“Kampret!!! Mati bareng yuk dan nanti kita barengan di neraka” kemudian si gadis menusukkan beling ke perutnya sendiri. Gadis itu tergeletak disamping Uco.

Sebab alat penyadap suara mengeluarkan suara yang aneh, Yuda bergegas kembali ke ruang karaoke dan melihat Uco tergeletak berlumuran darah. Yuda shock dan mendekap kepala Uco lalu menangis.

“Co…” badan Yuda gemetar

“Aku harap ayahku akan membalaskan dendam kematianku padamu” ujar Uco terbata-bata

“Maaf Co… Maafin aku” air mata Yuda mengenai rambut Uco, Yuda terisak

“Yang lebih kampret kenapa kamu gak maksa aku buat ikut sama kamu? Kamu gak tulus sama aku?” mata Uco terpejam. Uco meninggal dunia

Yuda menangis tanpa suara menyesali tindakannya meninggalkan Uco sendirian dalam bahaya. Yuda masih memeluk Uco dan tiba-tiba Yuda teringat akan kematian Andi. Belum terima Yuda kehilangan Andi lalu Uco turut meninggalkannya. Yuda tidak terima, nekad ia menemui Bangun dan mengaku telah membunuh Uco. Bangun geram terhadap Yuda ditambah Yuda bergabung ke kubu Bejo.

Sebuah suara membangunkan Yuda dari tidurnya di sebuah ruang karaoke. Itu adalah suara Uco, Uco ingin menemui Bejo dan mengajak Yuda ikut bersamanya.

“Namaku Rama… Bukan Yuda” gumam Rama.

~

Satu pemikiran pada “FanFiction : Yuda dan Uco ~ Karaoke

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s