FanFiction : Yuda dan Uco ~ Penthouse

Yuda membopong tubuh Uco yang jauh lebih tinggi darinya. Uco dalam pengaruh kuat alkohol sehabis berkaraoke dan Yuda tidak ingin membawa pulang Uco dalam keadaan mabuk . Tak henti-hentinya Uco mengeluarkan sumpah kotornya kepada sang ayah dan Yuda memilih untuk tetap diam.

Mereka tiba di penthouse milik keluarga Bangun, tempat tinggal Yuda selama menjadi komplotan mafia itu. Yuda tetap membopong Uco dan membaringkan Uco di tempat tidur yang tidak pernah ia gunakan. Dengan telaten Yuda melepaskan kemeja Uco yang bau alkohol. Setelah itu Yuda menutupi tubuh Uco yang tertidur dengan selimut.

“Kasihan sekali anak ini. Andai ia bisa kubawa kerumahku lalu aku akan menjadi Andi untuk dia” gumam Yuda dalam hati

Yuda memilih tidur di sofa dan Yuda memejamkan matanya.

~

Yuda terlambat bangun, Yuda mengedip-ngedipkan matanya beradaptasi dengan cahaya terang benderang Penthouse. Yuda menyangka dia bermimpi, Yuda mendapati Uco minum air dan Uco menanggalkan seluruh pakaiannya.

“Santai aja Yud, gua udah pernah lihat badan lu dan sekarang lu liat badan gua jadi impas kan?” sahut Uco kalem

“Tapi Co…”

“Ya daripada gua minta elu buka baju lagi” Uco memotong perkataan Yuda dan Yuda tidak ada niat untuk membalas perkataan Uco

Yuda bangkit dari sofa. Pipinya memerah menahan malu melihat Uco dengan santai menonton TV serasa tidak ada apa-apa.

“Udah mandi, Co?” beberapa saat Yuda merasa tidak percaya mampu menanyakan hal ini pada Uco

“Belum lah…” tukas Uco tanpa mengalihkan perhatian dari TV

“Ya udah, elu mandi duluan. Gua mau beliin baju baru buat elu” Yuda tersenyum tulus

“Gak usah-gak usah itu makan waktu. Jam 8 gua mau ketemu bokap terus sekarang jam setengah 8. Mending kita mandi bareng aja sama kayak waktu di penjara dulu” lalu Uco tersenyum nakal, Yuda panik

“Gila lu Co…” Yuda kehabisan akal

“Saat ini anggap aja gua adek lu dan gua bakal nganggap elu abang gua” betapa terharu Yuda mendengarkan perkataan Uco

~

Pada akhirnya Yuda dan Uco berendam di bak mandi bersama. Keduanya nampak canggung tapi Uco berusaha meredam kegugupannya.

“Elu daripada diem aja kayak monyet, ayo gih gosokin punggung gua terus nanti gantian gua yang gosok punggung elu”

Segera Yuda menuruti perintah Uco. Yuda mulai menggosok punggung Uco membuat Yuda mengingat anaknya, Angga. Bagaimana kondisi anak itu sekarang? Betapa sakit perasaan Yuda tiap mengingat keluarganya yang bahkan tidak tahu Yuda ada dimana.

“Elu pernah gosok punggung kayak gini sama bokap elu?” Uco menoleh dan melihat Yuda menggeleng

“Nah gua dulu sering begini sama bokap. Bokap sayang banget sama gua tapi kok bokap kayak gak rela kalau gua gantiin posisinya dia?” kembali Uco curhat

Ingin Yuda menanggapi curhatan Uco tapi menasehati Uco akan membuat Uco tambah marah. Eh… Sekarang ini aku kan dianggap abang sama si Uco.

“Sabar aja Co… Itu gak lama lagi”

“TERUS KAPAN?”

Benar saja dugaan Yuda, Uco marah. Refleks Uco memukul air dengan kedua tangannya sehingga cipratan air bertebaran di lantai.

“Terus kapan Yud? Jawab gua Yud?!!!” Uco menangis dan baru kali ini Yuda melihat Uco menangis

Uco menangis sesenggukan, sebuah pemandangan langka yang dilihat Yuda dari seorang anak ambisius seperti Uco. Yuda tak kuasa lagi menahan rasa iba terhadap Uco, Yuda menarik Uco agar menangis dalam pelukannya. Agak ragu bagi Yuda mengusap rambut Uco tapi pada akhirnya Yuda melakukan itu.

~

Apes, hanya ada 1 stel pakaian bersih di penthouse Yuda

“Elu aja yang pakai, gua mah gak level pakai baju kayak gitu” sahut Uco santai

“Terus elu pakai apaan?” tanya Yuda agak waspada

“Kimono mandi, elu ada kan?” jawab Uco dan Yuda menggeleng pasrah

Uco duduk mengenakan kimono mandi, siap berangkat menemui ayahnya. Uco memperhatikan punggung Yuda yang penuh bekas luka saat Yuda memakai baju. Uco menatap simpatik.

“Udah jam 8 nih. Yok berangkat” ujar Yuda yang sudah rapi

“Ehmmm bentar Yud. Sebelum itu kita bikin perjanjian dulu” Uco beranjak dari duduknya

“Perjanjian apaan?”

Uco tidak langsung menjawab pertanyaan Yuda, Uco diam sejenak.

“Yud… Elu gak boleh kemanapun, elu harus stay di sisi gua. Elu punya gua dan gua janji bakal tanggung jawab sama luka-luka yang elu dapat akibat ngelindungin gua.. Elu harus setuju, gua gak suka penolakan” diakhir ucapan Uco nyengir membuat Yuda ikut nyengir

“Dan kalau bokap tetap gak mau jabatannya kasih ke gua, ohh gua bakal datang kemari main bareng elu. Ini penthouse gua yang bayarin”

~