Mengenang Pidato 27 Juni 2011 nya CM Punk

Sebuah judul yang to the point walaupun ribet hehehe. Langsung saja.

Meski WWE sampai saat ini masih eksis tapi saya justru menganggapnya sebagai bagian dari masa lalu. Saya tidak se-aktif dulu lagi mengikuti perkembangan WWE ya sebab faktor bosan dan kendala media untuk menonton WWE sendiri.

Pagi-pagi ini heboh berita Seth Rollins sebagai WWE Heavyweight Championship mengalami cedera yang menuntutnya harus vakum sangat lama berkisar 6 sampai 9 bulan. Suka tidak suka gelar prestisius itu harus dipindah-tangankan agar industri gulat ini tetap berlanjut. Sederet nama terucap sebagai yang pantas memegang gelar tersebut mulai dari Dean Ambrose dan paling anyar tentu saja Roman Reigns. Dalam memori saya kembali terkenang pegulat mungil asal Chicago, suami AJ Lee, CM Punk kalau tidak salah namanya. Pegulat anti klimaks yang memutuskan pergi begitu saja tanpa meninggalkan kesan mendalam selain saat ia melakukan shoots di RAW 27 Juni 2011 silam waktu Amerika.

Saya ingat ketika itu, ketika CM Punk mengeluarkan segala unek-uneknya saya yang menontonnya lewat 3gp merasa merinding. Ceplas ceplos ia berbicara membuat mic harus mematikan dirinya demi memadamkan pidato luar biasa itu. Agar tak terdengar lagi tapi apa daya, semua sudah merasakan kedahsyatannya lebih tepatnya jiwa penonton merasa takjub dengan keberanian Punk. Contoh ketika Punk dengan santai menyebut nama “Dwayne” alias nama asli The Rock, sebab kita tahu beberapa pegulat akan tersinggung jika mereka dipanggil dengan nama asli mereka. Belum cukup memanggil Dwayne, dibelakang “Dwayne” Punk menambahkan kalimat pretty good ass-kisser. Kurang ajar sekali kepada senior, tapi menarik sih pembahasannya toh tidak salah walau juga tidak benar hahahaha.

Sebuah pidato yang secara tidak langsung menyelamatkan Punk sebab kala itu kontrak Punk dengan WWE mendekati kadaluarsa. Esoknya nama Punk menghilang dari tetek bengek WWE tapi tidak dapat dipungkiri bahwa penonton membutuhkan Punk, penonton ingin kembali melihat Punk. Saya ingin kembali melihat Punk, pegulat yang sebelumnya bagi saya bukanlah pegulat yang jelas keberadaannya di WWE. Maka kembalilah Punk dengan pidato itu menjadi titik balik kariernya. Bahkan design kaos putih bertuliskan Best In The World masih yang terbaik sekaligus masih yang paling dicari… Oleh saya.

CM Punk dengan kaos SCSA, maka duduk bersilah lah ia menambah greget pidatonya. Dilihatnya John Cena tengah ber-kayfabe diatas ring dan samar-samar sudah apakah John Cena masih ber-kayfabe ketika CM Punk mulai berbicara, menyebut merk tanpa sensor. Lalu CM Punk sebagai yang terzolimi tertawa… Hingga kini hingga ia memutuskan keluar dari WWE dan saya jadi tak ingin melanjutkan tulisan ini. Tugas kita sekarang hanya mengenang dan Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Jangan sekali-sekali melupakan gaya CM Punk melambai ke kamera ditengah pidatonya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s