Film : 7 Petala Cinta (2012)

Assalamualaikum Cinta,

Inikah pertama kalinya saya membahas tentang something Malaysia di blog ini? Ya kemungkinan besar iya. Lalu kenapa saya bisa tahu tentang keberadaan film berjudul 7 Petala Cinta? Disalah satu mata kuliah yakni “Menyimak” dosen kami mewajibkan kami untuk menonton film ini sebagai bahan menjawab soal-soal mata kuliah. Begitulah hingga saya merasa bahwa saya memang harus membahas film Islami ini. Sebuah film Islami, membahas di blog apalagi menontonnya tak pernah terbayang dalam benak saya.

Singkatnya begini. Di Madrasah Qal Bunsalim, tinggallah Attar seorang mantan pencuri yang memutuskan bertaubat dengan kembali ke jalan semestinya. Sebagai pria Attar menaruh hati pada Saidah, wanita bercadar putri semata wayang ketua Madrasah tempat Attar berada. Malang bagi Attar sebab Saidah telah bertunangan dengan Hamka dan sebelum menikahi Saidah, Hamka memutuskan untuk ke Yaman. Hamka mempunyai seorang adik bernama Hilma dan Hilma menaruh hati pada Attar. Maaf spoiler, cinta Hilma pada Attar sungguh bertepuk sebelah tangan sama seperti Hamka yang mendapatkan kemalangan di Yaman hingga takdir lewat segala tetek bengek pengorbanan cinta menyatukan Attar dan Saidah dalam ikatan pernikahan.

Awalnya saya mengantisipasi jikalau Attar berpoligami dengan menikahi Saidah dan Hilma, ya bermaksud cerita ini barangkali terinspirasi dari Ayat Ayat Cinta. Oh tapi ternyata tidak ada poligami, yang ada saya menemukan fakta menarik bahwa film 7 Petala Cinta merupakan adaptasi novel Indonesia berjudul Jazirah Cinta karangan Randu Alamsyah. Akh~ saya sendiri bingung sebab saya punya keinginan yang kuat untuk membaca novel Islami tersebut. Mengingat saya memang agak anti dengan cerita cinta berlatar Islam tapi anehnya saya tetap menikmati film ini dengan baik.

7 Petala Cinta adalah film yang menyenangkan untuk ditonton dibalik beragam kekurangannya. Jika saya menyatukan segala kekurangan 7 Petala Cinta saya akan menyimpulkan bahwa 7 Petala Cinta bukanlah Film tapi FTV. Sinematografi dan scoring nya memang cukup bagus tapi efek kameranya menyedihkan, adegan perkelahian Attar dengan Naufal and the gank yang sekilas mengingatkan dengan adegan film Merantau sangatlah meh… saya bilang konyol. Disatu sisi saya menyayangkan kenapa film ini terlalu terburu-buru dalam bercerita yang terlihat pada durasi film kurang dari satu setengah jam tapi saya bersyukur juga sebab filmnya cepat selesai, tak perlu banyak waktu untuk menghadapi film yang alurnya mudah ditebak.

Lewat 7 Petala Cinta saya bisa merasakan betapa orang yang mencintai Tuhan sepenuh hati, mereka adalah yang berjiwa besar dalam menghadapi problema kehidupan. Ya meskipun beberapa kali malah semakin konyol terutama kedangkalan karakter Hilma yang membuat saya kesal akan kemalangan hidupnya sendiri. Soal akting… Saya penasaran dengan wajah asli Saidah.

Waalaikum Salam Rindu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s