Throwback #OICSeason2 : Presentasi Bimo Tyastomo


Tarik nafas dalam-dalam, tegang banget ente ye Bim😀

WiFi gratis (tapi lambat) di kampus merupakan anugerah yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dibandingkan mendownload film-film yang menjadi incaran saya sejak lama, saya justru memutuskan mendownload beberapa episode Olimpiade Indonesia Cerdas season 2. Ya sekalian melepas rindu dengan 3 macan Kanisius si Widi, Bimo dan Leo. Ah apa kabar mereka semua sekarang ini? Satunya berkuliah di ITB dan dua sisanya berkuliah di UI Fakultas Ekonomi. Di pertengahan semester ini, semoga mereka sukses menghadapi mid. So, let’s throwback!!!

Jujur saja sekian bulan berlalunya OIC Season 2 masih menyisakan rasa kecewa bagi saya terutama rasa kecewa karena Kolese Kanisius tidak menjadi juara pertama. Terkadang saya terlalu memandang rendah tim CC dan saya kembali menyadari bahwa saya melakukan kesalahan besar saat itu. Babak presentasi di putaran dua Grand Final OIC menjadi salah satu babak yang berkesan, dalam hati saya ngedumel kenapa harus Bimo yang melakukan presentasi kenapa bukan Leo? Hehehe tapi ah sudahlah, melihat Bimo melakukan presentasi dengan gugup bin mendadak ternyata mempunyai hikmah. Saya tidak bisa melupakan lelaki muda ini si Tuan Tyastomo hehehe. Cara Bimo presentasi yang jatuhnya mirip rapper, gerakan kakinya dan merem demi mengingat kata-kata, ahh si Bimo ini cute sekali. Setelah stalking susah payah saya pun tahu bahwa dagangan online Bimo ternyata dia menjual mainan Jejepangan. Huahahaha uang saya sebagai mahasiswa tidak cukup untuk membelinya sayang sekali😦

Beginilah sekiranya waktu Bimo melakukan presentasi singkat dengan soal yang menurut saya sangat pas dengan pekerjaan Bimo sebagai pedagang mainan online. Penjelasannya bagus cuma ya dia gugup, Bimo melakukan jeda berbicara hampir dua detik sementara saya biasanya melakukan jeda berbicara lima detik. Ah Evi parah banget😦

“!@#$% harga BBM naik otomatis seperti kita ketahui akan banyak harga yang ikut naik juga seperti harga bahan pokok dan ini akhir-akhirnya akan mengakibatkan yang namanya inflasi. Akhirnya banyak juga pihak yang merasa dirugikan seperti pihak penyelenggara transportasi tersebut karena biaya produksi atau biaya modal dalam memperoleh untung makin besar maka dari itu dinaikkan juga biaya jasanya sehingga dapat menyeimbangi biaya modal dan akhirnya juga memperoleh untung yang setara. Lalu ketika turun (harga BBM) kenapa gak langsung turun biaya transportasi dan biaya bahan pokok segala (WTF!! Bimo!!) karena untuk menurunkan inflasi itu tidak bisa dalam waktu yang sungguh cepat kita butuh waktu untuk misalnya; 1) Bank melakukan kebijakan moneter seperti menaikkan BI Rate sehingga banyak uang yang akhirnya masuk ke bank dan akhirnya kurs rupiah kembali lagi rapi. Namun mengenai inflasi ini sebenarnya mengapa harga BBM itu meskipun sudah dinaikkan tapi tetap masih dibawah rata-rata harga minyak dunia maka dari itu langkah yang tepat…


(WTF!! Widi dan Leo, ekspresinya Leo sangat mewakili saya waktu menonton pertama kali)

…bagi pemerintah adalah untuk terus menetapkan harga BBM sesuai mekanisme pasar tanpa melihat bagaimana harga minyak dunia namun juga mempertimbangkan bagaimana harga bahan bahan pokok Indonesia. (huffhtt) Terima kasih.”

Usai Bimo menyelesaikan presentasinya saya pun lega. Akh~ Bimo membentangkan tangannya mungkin minta dipeluk (sama saya). Hehehe😀.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s