Impersonate Reza Zakarya

Reza Ghibah
Jangan ghibah supaya ganteng

Dangdut Academy Asia tengah berlangsung dengan kurang meriahnya. Hal ini saya rasakan pula sebagai seorang penggemar Reza sebab idola saya tidak terlibat langsung dalam proyek menjanjikan tersebut. Awalnya tersebar rumor Reza dan Endah menjadi tim cadangan Indonesia di DA Asia tapi yang ada mereka justru tidak masuk tim sama sekali. Yang masuk tim adalah Grand Finalis 2 season Dangdut Academy, ya terima saja toh ini memang keputusan yang bijak dari Ikan Terbang.

Sosok seorang Reza memang universal, talenta menyanyi Reza itu fleksibel bila dibawa kearah manapun. Reza tidak hanya menjurus pada dangdut saja dan semua orang tahu bahkan yang anti Reza semasa di DA2 mengklaim bahwa Reza lebih unggul dengan genre diluar dangdut terutama Melayu. Dan ini sangat terasa sekali selama saya menyaksikan DA Asia, seakan-akan saya pandai membaca hati para pemirsa kegregetan DA Asia terasa kurang sebab tiadanya Reza sehingga elemen khas Reza (Melayu dsb) berusaha dimunculkan yang jatuhnya tidak maksimal. Bahkan yang lebih ekstrim lagi demi menghadirkan aura Reza (malah Reza-Rezaan), semacam ada impersonate atau kasarnya “menirukan” seorang Reza di panggung DA2. Entah apa motifnya tapi saya berusaha berpikir se-positif mungkin atas ini. Dan segala usaha impersonate Reza di panggung DA Asia membuat saya menemukan kelebihan lain dari Reza yang baru saya sadari yakni REZA ITU SUSAH DI-IMPERSONATE/DITIRU.

Selalu saya tekankan kelebihan menyanyi Reza untuk saya sendiri adalah Reza serta vokal tebalnya mampu bernyanyi dengan teknik membuat lagu yang dinyanyikan Reza selalu terasa berbeda dari penyanyi original ditambah penempatan improvisasi yang jitu menjadikan teknik menyanyi Reza terasa sangat pas. Lantas itu tidak membuat Reza melenyapkan nilai keindahan dari lagu yang ia nyanyikan, Reza menyanyi dengan arahnya sendiri dan tak lupa melibatkan perasaannya ketika bernyanyi (susah dipercaya Reza tertawa sehabis atau bahkan ketika sedang perform). Inilah kenapa saya menjuluki suara Reza adalah suara jiwa sebab sanubari saya turut pula menikmati keindahannya. Tiap pribadi punya suara jiwa tersendiri untuk memancing diri mereka agar timbul dan memang susah kan meng-impersonate suara jiwa seseorang?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s