Curhatku : S

Malam ini merupakan malam yang rencananya akan berjalan panjang untuk saya mengingat tugas-tugas kuliah tertunda menuntut untuk segera diselesaikan… sigh di penghujung UAS -_-. Dosen-dosen yang jarang tatap muka dengan mahasiswa tapi lancar dalam memberikan tugas, beuh dosen yang luar biasa yah

Kemarin UAS Kesusastraan baru saja diselenggarakan. Teman-teman saya curhat bahwa mereka kewalahan menjawab soal tentang nama-nama tokoh sastra favorit mereka sebab mereka memang masih asing dengan sastra. Tapi ada salah satu kawan yang santai terhadap soal tersebut, teman saya ini dengan agak pasrah menulis nama “Fredy S” sebagai jawaban soal UAS mengenai tokoh sastra favoritnya. Itu dikarenakan kawan saya mengingat salah satu perkataan guru Bahasa Indonesia nya semasa SMP yang kira-kira berbunyi, “Jangan membaca novel Fredy S, isinya itu tidak baik”. Kawan saya itu tertawa dan dalam hati saya turut kecut sebab nama “Fredy S” sudah ia ingat diluar kepalanya. Barangkali seiring rasa penasarannya terhadap ketidak-baikan novel Fredy S.

Fredy S adalah nama yang asing untuk saya walau diawal kuliah Kesusastraan saya ingat nama ini sempat terlontar dari mulut dosen Kesusastraan lengkap dengan embel-embel “ketidakbaikan” dibelakangnya. Dan seperti kawan saya itu, kini nama “Fredy S” terpatri diluar kepala saya setelah saya ketahui bahwa Fredy S adalah novelis genre dewasa. Novel-novel Fredy S biasa ber-cover gambar lukisan lelaki dan perempuan, sebuah gambar yang sama sekali tidak asing sebab jenis gambar itu kerap saya temukan dalam bentuk buku tak utuh di lemari pakaian kakak atau tante saya. Ya, sebuah novel dewasa yang entah itu novel karya Fredy S atau bukan. Pernah sekali saya iseng membaca (tentu diam-diam) dan saya menemukan istilah asing di novel itu yakni “vaga’ina” (sumber sensor: Aladeen “The Dictator”). Lantas saya ingat-ingat dimana saya pernah mendengar atau melihat istilah vaga’ina sebelumnya. Yak, disebuah iklan pembersih daerah kewanitaan. Ah tapi sayang postingan ini berjudul S bukan V jadi tidak baik jika saya melanjutkan pembahasan ini toh setelahnya saya ketahuan dan tante saya langsung membakar buku tak utuh itu.

Begitulah kiranya perkenalan saya dengan something jadul hingga saya membuat kesalahan besar sebab men-cap novel jadul rata-rata isinya porno. Okelah berhenti flashback dan kembali ke masa kini.
Fredy S adalah misteri, yang saya temukan di internet mengenai Fredy S pun masih mengeluhkan kemisteriusan sosok ini. Ya, saya penasaran lalu saya pun bertanya-tanya Fredy S ini termasuk penulis angkatan tahun berapa? Ah tapi kan karya-karyanya seakan tidak dianggap walaupun itu tidak menutup kemungkinan karyanya tetap terkenang hingga kini. Sama seperti komik siksa neraka yang menjadi bacaan favorit saya bersama teman-teman sewaktu SD. Pernah ketika SMA saya ingin mengoleksi komik seperti itu lagi tetapi saya menyadari isinya terlalu mengerikan bahkan untuk anak SMA seperti saya sehingga saya memberikan secara sukarela komik siksa neraka kepada seorang anak-anak. Ya, hukumlah saya atas dosa besar ini.

Kabarnya pembuat komik siksa neraka itu adalah Tatang S dan barangkali namanya lah yang saya baca dipinggir-pinggir gambar komik siksa neraka yang saya baca. Ah ngeri, ilustrasi lelaki perempuan telanjang dengan lidah disetrika itu melatari ketakutan saya akan neraka ketika kecil. Apalagi belum lama ini saya melihat ilustrasi nyata dari komik siksa neraka tersebut difilm Cannibal Holocaust. Damn U S!!!!!😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s