Curhatku : Dangdut Academy Asia (D’Academy Asia)

dasiatop6
Enam besar DA Asia, urutan yang tersenggol dari kanan dan yang juara paling kiri :p

DA Asia selesai jadi ini saatnya menulis. Dan izinkan saya membuat harapan untuk DA Asia 2, bahwa saya ingin Reza menjadi peserta DA Asia mendampingi juara DA3 nantinya. Semoga juara DA3 laki-laki ya, yang berkharisma. Amien🙂

4 x 5 = 20, 4 negara masing-masing memberikan 5 perwakilan jadi total ada 20 peserta dari berbagai negara berpartisipasi mengikuti DA Asia. Saya sendiri tidak begitu peduli pada peserta negara lain melainkan hanya kepada peserta negara sendiri yang diwakili Lesti, Aty, Evi, Danang dan Irwan.

DA Asia ini sebab membawa embel-embel Asia tentu cakupannya lebih luas lagi, tiga negara lain terutama Malaysia identik dengan ke-Melayu-annya jadi genre musik di DA Asia tentu bukan hanya dangdut saja meskipun jelas-jelas nama program ini adalah “Dangdut”. Disini banyak yang salah kaprah, sejatinya dangdut itu ramah juga pada genre lain sehingga dangdut jadi beragam contohlah Melayu itu tadi. Saya memperhatikan hal ini cukup membawa pengaruh bagi para peserta DA Asia terutama peserta dari Indonesia manakala komentator maupun juri negara lain seakan menuntut bahwa peserta dari Indonesia tidak adil rasanya jika hanya menguasai genre dangdut murni saja.

Dan dipertengahan kontes DA Asia berlangsung, kita pun melihat dengan jelas beberapa peserta dari Indonesia yang tidak perlu saya sebutkan namanya serasa kehilangan diri mereka sendiri. Perjuangan mereka mencoba menyanyikan lagu Melayu terlampau keras, walaupun tidak maksimal tapi usaha mereka patut pula mendapat apresiasi. Hingga tuntutan untuk tampil “multitalent” ini memakan korban bagi peserta Indonesia, mereka adalah Aty dan Irwan. Saya tidak melihat kepulangan Aty sebab ekspektasi saya pada Aty tidaklah tinggi. Kemudian dengan Irwan, kehabisan nafas saat menyanyikan lagu Pangeran Dangdut mengantarkan Irwan untuk keluar dari panggung DA Asia lewat perantara Pak Ngah yang selanjutnya akan menjadi kontroversi. Maka resmilah Danang, Evi, Fitri, Lesti dan Shiha menjadi Top 5 DA Asia.

Maka saat ini Pak Ngah menjadi orang Malaysia yang paling dibenci oleh orang Indonesia. Evi dengan kondisi suaranya yang semakin mengkhawatirkan akibat pembengkakkan pita suara ditambah salah lirik ketika menyanyikan lagu pamungkas “Racun Asmara” membuat Pak Ngah memberi Evi skor 80. Dengan pasrah Evi harus menjadi peringkat 5, banyak yang marah tapi tidak sedikit pula yang ikhlas. Mau tidak mau kontes ini tetap berlanjut dan Fitri yang kerap menjadi korban bully-an akhirnya tersenggol. Dengan cukup mulus Danang, Lesti dan Shiha pun menjadi top 3 DA Asia.

Lalu perhatian saya membesar tertuju pada Danang dengan sekelumit pertanyaan apakah Danang siap menjadi juara 2 untuk kedua kalinya. Usaha apa yang akan dilakukan Danang selanjutnya setelah ia meng-impersonate Reza diawal DA Asia. Maka Danang dengan sangat total menampilkan “bakat”nya yang membuat Saipul Jamil sangat terkagum-kagum yakni perihal aransemen aransemen itu. Sangat sukses, Danang berhasil memukau semuanya dan semoga semua yang terpukau itu tahu bahwa Reza turut menjadi bagian dari pikiran jenius seorang Danang. Performa Shiha malah menurun sementara Lesti tanpa aransemen aransemen membuatnya jadi terkesan monoton dan benar saja, Danang melaju dengan jarak dua poin diatas Lesti dan jadi pemenang DA Asia berkat aransemen aransemen itu tadi. Lalu saya berpikir, apa hikmah sebenarnya dari DA Asia ini sekaligus inti dari postingan ini?

Jika kamu ingin kembali ke masa lalu sebab masa lalu itu menurutmu bagus maka hiduplah di masa depan dengan memperbaiki masa lalu itu. Maka begitu pula musik dangdut, harus dikembangkan tanpa harus mengubah semuanya mengubah keindahannya. Saya cukup senang ketika orang yang tidak suka dangdut sekalipun merasa antusias dengan penampilan Danang. Dangdut seperti itulah yang dibutuhkan kini, dangdut modern dan sekali lagi dengan berbangga hati saya percaya Reza adalah bagian dari dangdut modern. Mari mendukung revolusi dangdut berikutnya demi dangdut yang lebih berkelas. Salam damai🙂

2 pemikiran pada “Curhatku : Dangdut Academy Asia (D’Academy Asia)

  1. anaf

    Rasanya lama sekali aku tak membaca postinganmu ev,…aku memang tak begitu mengikuti DA Asia ini… Nmun aku sempat mnnoton 3 besar… Dan kurasa Danang memang memukau… Dan untuk Reza… Ahhh… Dia selalu mengagumkan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s