FanFiction : Harapan Tahun Baru

rezashiha

“Permisi, sebentar lagi pesawat akan lepas landas mohon ponselnya dimatikan” sahut seorang Pramugari, membuyarkan lamunan Shiha

“Sebentar lagi, kumohon” pinta Shiha dan pramugari tersebut memilih untuk tidak merespon

Ini merupakan peringatan ke-2 bagi Shiha agar Shiha mematikan ponselnya. Tapi Shiha tidak perduli, matanya yang indah tetap lekat-lekat memerhatikan layar smartphone nya. Refleks Shiha menggigit jari pertanda bingung, haruskah ia meng-approve friend request seseorang yang baru ditemuinya di bandara tadi?

~~~

Flashback

Sembari menunggu pesawat menuju Malaysia berangkat, di bandara terlihat sekali bahwa Shiha tengah menunggu seseorang. Tiap 5 menit Shiha menengok arlojinya, Shiha kembali mencoba tenang dengan menghirup udara dalam-dalam. 5 kali Shiha melakukan itu akhirnya orang yang ditunggu Shiha datang ke bandara. Seorang pria bernama Reza, penyiar radio terkenal di Indonesia.

“Shiha?” tanya Reza pelan

“Iya, ini Reza kan?” Shiha mengulurkan tangannya dan tanpa ragu Reza menjabat tangan Shiha

Lalu keduanya duduk bersama dengan suasana yang agak canggung

“Ada perlu apa kamu menemui saya?” tanya Shiha berusaha sesopan mungkin. Mengingat ini baru pertama kali ia bertemu Reza, penyiar radio yang mengaku menyukai kisah Shiha di acara radio Reza

“Saya hanya ingin bertemu kamu apalagi kamu mau pulang ke Malaysia kan? Sejujurnya saya tertarik dengan kisah yang kamu ceritakan di radio, orang Indonesia yang kau cintai adalah seorang anti Malaysia. Apakah itu benar adanya?” pertanyaan Reza membuat raut wajah Shiha berubah, Reza telah menyinggung hati Shiha

“Jadi kamu berpikir, aku berbohong?” tatapan mata Shiha menajam, refleks Reza melepas kacamata yang ia kenakan

“Maaf Shiha. Bukan bermaksud menyinggung, hanya saja… Aku sama sepertimu” ujar Reza lirih

“Maksudmu?” Shiha menoleh

“Waktu itu di Menara Kembar Malaysia. Ada demo anti Indonesia dan ketika salah satu demonstran menyadari bahwa aku orang Indonesia, seorang gadis Malaysia, pacarku menyelamatkanku. Dengan energik dia mengajak berlari dari kerumunan demonstran dan didepan mataku dia meninggal tabrak lari” ucap Reza datar dan Shiha diam saja

Agak lama mereka hening dan Reza kembali berbicara

“Kamu approve permintaan pertemananku yah” Reza tersenyum dan Shiha mengangguk

“Aku paham kenapa kau sempat berfikir bahwa ceritaku tidak benar. Iya terkadang untuk beberapa hal manusia tidak bisa membedakan mana fiksi mana fakta. Aku kemari menemuinya meminta ia berhenti dengan pendiriannya sebagai seorang anti Malaysia. Dan aku gagal, pertanda bahwa cintaku padanya memang sangat lemah” ujar Shiha pasrah

“Semoga hal ini tidak membuatmu anti dengan Indonesia. Tidak kan? Jika tidak tahun baru nanti aku akan ke Malaysia”

“Untuk apa?”

“Untuk menemuinya, berziarah ke makam nya. Serta menemuimu” ucap Reza lembut

Kembali Shiha diam saja dan pesawat menuju Malaysia akan segera berangkat. Shiha beranjak dari duduknya dan nampak air muka Reza berubah menjadi Shiha.

“Pesawatku akan berangkat. Aku permisi dulu” dan ketika Shiha akan pergi Reza menahan tangan Shiha

“Aku boleh kan menemuimu di Malaysia nanti?” tanya Reza penuh harap

“Kita, dari dua negara berbeda, tetap sama-sama Melayu. Meskipun negara kita tidak pernah akur namun kau tetaplah saudaraku sesama Melayu. Datanglah, akan aku terima kedatanganmu”

“Bahkan jika aku datang melamarmu?” kedua orang itu pun berpandangan tajam

Flashback End

~~~

Pada akhirnya Shiha approve pertemanan Reza pertanda bahwa Shiha menerima agar lelaki ini terlibat dalam hidupnya terutama ucapan lamaran yang terlontar dari bibir Reza. Penuh ketegasan, bahkan Shiha tak sekalipun berfikir Reza hanya bermain ingin melamar Shiha. Maka Shiha mematikan ponselnya.

Sesampainya di bandara Malaysia, Shiha mengaktifkan ponselnya. Shiha mendapatkan pesan dari Reza.

“Tulusnya cinta yang selalu kuberikan
Hanya untukmu wahai gadis Melayu”

dan Shiha tersipu malu, ia merasakan kembali jatuh cinta dengan segala resiko yang bisa membuatnya tersakiti lagi. Begitu pula Reza, kembali mencintai gadis Malaysia pasca kepergian kekasihnya sekilas nampak berat tapi Reza menerima dengan ikhlas. Keduanya tidak ingin membohongi perasaan mereka, bahwa mereka percaya apapun beda yang ada cinta yang ikhlas dari hati akan tetap berjalan. Reza siap jika Shiha tidak merasakan apa yang ia rasa, Shiha siap jika Reza tidak datang di malam tahun baru. Biarkan cinta mengalir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s