Curhatku : Ibu Suka Uttaran

Meethi

Tanggal ini adalah tanggal yang spesial. 11 Januari 1980 Jum’at silam merupakan hari pernikahan ayah dan ibu saya, kalau dikalkulator sudah berjalan 36 tahun. Daebak, seiring cobaan banyaknya kekuatan turut pula mengiringi perjalanan keluarga ini. Yang terbaik untuk ayah ibu saya, saya mencintai mereka itu saja🙂

Biasanya di siang hari saya tengah nge-charge diri saya sendiri sehingga saya tidak tahu sejak kapan ibu saya sama seperti ibu-ibu lainnya, suka menonton Uttaran. Siang-siang TV sudah menjadi milik ibu saya sepenuhnya bahkan ayah tidak berani menggugat akan hal itu. Pernah saya iseng ikut menonton Uttaran bersama ibu dan kakak tertua, saya pikir saya sudah lama tidak melihat ibu saya seperti ini. Waktu menonton Jodha Akbar, ibu saya justru cenderung kalem melihat kekejaman Maham Anga. Tapi beda dengan Uttaran, ibu saya begitu lepas melepaskan sumpah serapah kepada Tapasya dan neneknya bahkan terkadang Iccha dan ibunya hehehe. Saya pun sadar sekaligus nrimo kenapa Uttaran bisa sepopuler ini dikalangan ibu-ibu kondangan yang rela pulang awal agar tidak ketinggalan menonton Uttaran. Jika saya diberi kebebasan mengklaim, saya menganggap Uttaran jauh lebih fenomenal ketimbang Jodha Akbar dulu.

Sebagai Drama India, seingat saya Uttaran itu anak kecil tapi kenapa sekarang sudah besar? Seingat saya juga Uttaran tayang bersamaan dengan Udaan tapi Udaan justru berhenti ditayangkan sehingga duel antar stasiun TV ini tentu saja dimenangkan TV yang menayangkan Uttaran. Bahkan ratingnya makin ganas untuk ukuran serial yang tayang disiang hari. Nah, cerita Uttaran ini memang favorit Indonesia banget deh. Mengisahkan persahabatan sejak kecil antara Iccha yang miskin dan Tapasya yang kaya. Seiring dewasa tentu tingkat kebaperan meningkat, ada kalanya Tapasya merasa Iccha punya nasib lebih baik dari dirinya. Alhasil dengan kompor-komporan dari sang nenek, Tapasya berubah menjahati Iccha sementara Iccha menyadari perubahan Tapasya dan tetap teguh mempertahankan persahabatan sejak kecil tersebut.

Permasalahan berlanjut ketika Tapasya menginginkan Veer, yang dulunya calon perjodohan Tapasya tapi Veer sekarang mencintai Iccha. Singkat cerita Tapasya dan Veer jadi suami istri sementara Iccha bersama Vansh yang merupakan pria baperan sekaligus adik kandung Veer.
Ya begitulah cerita Uttaran. Setahu saya episode Uttaran tahun 2013 atau sekitar 5 tahun penayangan Uttaran, katanya Iccha meninggal dunia sebab melakukan transplantasi hati untuk Tapasya. Ahh, rasanya pantang menceritakan hal ini pada ibu saya😀. Lalu kira-kira sanggupkah ibu saya setia pada kisah Uttaran yang maha panjang itu seperti ibu saya setia pada suaminya? Entah. Terlalu mengantuk untuk menjawab sekaligus melupakan pertanyaan absurd ini.

2 pemikiran pada “Curhatku : Ibu Suka Uttaran

  1. Aku nonton beberapa episode lohhh😀
    Racun dari ibuku yang juga suka serial ini
    Menurutku si Iccha itu tokoh yang bodoh dengan segla pengorbanan dan kebaikan hatinya yang memuakkan sehingga keluar lah sumpah serapah itu hehehe,
    Mungkin akan lebih seru kalau Iccha lebih strong dalam arti ga selembek itu hatinya menghadapi Tapasya, tapi semakin lama semakin membosankan, tak ada bedanya juga dengan sinetron Indonesia. karna bukan genreku akhirnya aku ga nonton lagi hehehehehee… :p
    Aslinya Tapasya dan Veer itu beneran suami istri ternyata, aslinya Tapasya juga cantik dan modis bgt..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s