29 Februari

Tulips

Langit senja terang benderang
Eh tidak tahunya hujan turun sangat deras
Aku pun tidak menyia-nyiakan kesempatan
Aku keluar dari kamar demi menyambut petrikor tiba
Meski dengan tertatih-tatih aku merintih
Adodoi perutku rasanya sakit sekali

Beberapa kali air hujan mencipratiku juga kertasku
Seiring aku belum menemukan keberadaan pelangi
Seiring hujan masih turun dengan liar buas mengganas
Membuat ayam surati katak juga aku sendiri kelabakan
Begitu air menggenangi halaman rumahku
Bukannya bak mandiku
Begitu perutku kembali sakit lagi
Bukannya hatiku… Amboi

Aku bagaikan lantai cor yang rapuh
Cepat atau lambat tetes air hujan akan menghancurkanku
Aku hanya beruntung sebab cuacanya selalu panas
Tapi aku patut berbnangga hati
Karena sore ini aku cantik
(ke WC karena sakit perut lalu muntah-muntah)
Meski perutku bertambah sakit
Sesungguhnya bukan kabisat sia sia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s