FanFiction : Jodha Akbar – Reinkarnasi (Part 3 END)

Jodha Jalal 5

Jodha Akbar – Reinkarnasi Part 3 (END)
Kabar kedekatan tidak biasa antara Paridhi dan Rajat menyebar dengan mudahnya di tempat latihan. Bahkan sudah ada beberapa yang menduga Paridhi dan Rajat berpacaran, salah satunya Ram . Suatu waktu usai latihan, Ram langsung mengintrogasi Rajat mengenai hubungannya dengan Paridhi.Rajat hanya bisa tersenyum atas pertanyaan kawannya itu.
“Hei… Kau kan tahu bagaimana hubunganku dengan Paridhi hanya sebatas partner kerja. Dan kau juga sudah tahu aku sudah punya tunangan. Jadi bagaimana bisa aku dan dia berpacaran?” tegas Rajat menjawab
“Ya mungkin saja kau berselingkuh dari tunanganmu dengan memacari Paridhi…” tanggap Ram cepat dengan memelankan suaranya
“Gila kau…Paridhi pun sudah ada yang punya. Memangnya dia tidak memberitahumu apapun tentang itu? Casting macam apa yang kau lakukan?” Rajat memperlihatkan wajah sebalnya sementara Ram memasang muka heran
“Luar biasa. Memangnya kalian sedekat apa sih sampai kau tahu privasi Paridhi yang itu? Hahahaha jangan-jangan kau memendam rasa sukamu terhadap Paridhi?” gurauan Ram itu langsung disambut sebuah pukulan keras di tangan
Ram terus-terusan menggoda Rajat dan akhirnya terhenti ketika salah satu staff memanggil Rajat
“Rajat… Paridhi sudah selesai latihan. Seperti biasa, kau akan mengantarnya pulang kan?” kata staff perempuan berusaha menampilkan wajah sedatar mungkin
“Oh begitu… Ya baiklah aku pulang duluan” cepat-cepat Rajat meninggalkan mereka berdua demi menyembunyikan sebuah senyum mengembang dari bibirnya. Tapi sebagai kawan yang baik, Ram melihat senyum itu
Rajat datang dengan motornya menemui Paridhi yang menunggu diluar gedung tempat mereka latihan.Keduanya saling melempar senyum berusaha tidak ambil pusing atas gosip tentang mereka berdua.
“Hmmm… Hari ini telingaku panas. Ayo kita makan es krim” bujuk Rajat
“Kau jauh lebih beruntung. Bukan hanya telingaku yang panas tapi juga hatiku… Ah mataharinya panas sekali” Paridhi mengipaskan telapak tangannya dan Rajat tertawa, menyangka Paridhi akan merayunya
Belum lama keduanya melaju diatas motor, Rajat harus melakukan rem mendadak yang mengagetkan Paridhi.Didepan mereka ada taksi dan keluarlah tunangan Rajat dengan senyum yang mengembang. Rajat terheran sementara butuh waktu lama bagi Paridhi untuk menyadari segalanya bahwa ia harus segera turun dari motor Rajat.
“Kau tidak bisa ya menyambut aku ini dengan ekspresi yang lebih baik?” tunangan Rajat berjalan dengan tersenyum, melirik Paridhi yang spontan segera turun. Dan tampaknya Rajat tidak sadar akan hal itu
“Kenapa cepat sekali kau pulang dari London? Kau merindukanku ya? Dasar gadis payah” Rajat menyenggol bahu sang tunangan, Rajat berhasil menguasai dirinya kembali
“Lima hari lagi kau pentas kan? Tentu saja aku pulang demi mendukungmu, aku wajib melihat penampilanmu” ucap sang tunangan yang mana Paridhi menundukkan wajahnya
“Yang kubonceng ini namanya Paridhi. Dia pemeran Ratu Jodha, dia lawan mainku. Oh ya Paridhi, gadis manis yang tak berhenti tersenyum didepanmu ini namanya Aya” ujar Rajat saling memperkenalkan
“Salam…” Paridhi mencoba tersenyum dengan tangan perkenalan dan tunanganya Rajat membalas salam Paridhi tanpa canggung
“Senang berkenalan denganmu. Aku akan mendukung penampilan kalian, berikan kami chemistry terbaik dari kalian. Tolong perhatikan Rajat, dia ini masih aktor pemula” ucapan Aya langsung disambut tawa kecil oleh keduanya dan Aya terheran
“Kenapa kau membuatku malu didepan Paridhi? Aya itu memang begitu Paridhi.Dulunya dia seniorku dan dia baru saja pulang dari London. Ya akhirnya dia pulang” sahut Rajat berusaha rileks
“Ok, ada baiknya kalian berdua melepas rindu hehehe. Lagipula sudah sore, aku ingin segera pulang. Kita pasti akan bertemu lagi dalam waktu dekat kan?” ujar Paridhi kepada Aya dan Aya hanya bisa mengangguk
“Wah sayang sekali. Padahal aku ingin mengajak kalian makan es krim”
Paridhi tersenyum sebelum meninggalkan keduanya berjalan ke arah berlawanan. Rajat terlihat sedih dan dia pun membonceng Aya ke kedai es krim.
~~~
Tiba saatnya latihan terakhir mereka. Saat Rajat ingin mengajak Paridhi berbicara, Paridhi dipanggil karena gilirannya untuk latihan pada adegan menggunakan pedang. Beberapa kali Paridhi melakukan kesalahan dan semua pemain nampak heran atas Paridhi yang tidak seperti biasanya. Rajat kembali sedih dan menundukkan kepalanya. Lalu Ram memanggil Paridhi untuk bicara berdua
“Ada apa? Apa yang mengusik konsentrasimu?” tanya Ram to the point
“Aku merasa kurang enak badan. Oh ya aku minta maaf karena harus pulang lebih awal karena ada urusan keluarga yang penting. Sekali lagi maaf” ujar Paridhi dengan senyum tipis dan Ram hanya bisa memintanya tetap semangat
Paridhi bergegas ke belakang panggung dan Rajat bertanya pada Ram apa yang terjadi
“Kau benar tidak tahu? Wah sudah pasti Paridhi merasa tidak enak badan karena dirimu” ujar Ram dengan suara yang kembali pelan
“Ok, aku izin sebentar” dan Ram menahan kepergian Rajat
“Tidak perlu menyusulnya. Dia sudah pulang, ada urusn keluarga katanya. Sana, kembali latihan apalagi ini latihan terakhir.Paridhi bahkan sudah hapal mati dengan naskahnya sementara kau terlalu sering improvisasi” Ram berkata dengan ekspresi yang tidak bisa dibantah. Mau tidak mau meski tidak dalam keadaan mood, Rajat menocba profesional dengan tetap latihan seperti biasanya.
~~
Tiba saatnya pementasan teater Jodha Akbar.30 menit menjelang tampil, Paridhi dengan kostum lengkap nampak sangat gugup.Dia mencari tempat agar bisa menyendiri dan Paridhi melafalkan perkalian untuk menghilangkan kegugupannya. Rajat yang memang sedari tadi mencari Paridhi lalu menunjukkan wajah khawatir. Belum sempat Rajat bertanya…
“Rajat… Minggu depan aku akan menikah. Aku gugup sekali dan aku belum kenal baik dengan calon suamiku.Tidak seperti kau dan Aya” Paridhi tersentyum dengan seuntai air mata terjatuh menagiri pipnya
“Jadi itukah yang engkau gelisahkan selama ini? Maafkan aku Paridhi…” Tanpa canggung Rajat mengusap punggung Paridhi dan menghapus air mata partnernya itu.
Akhirnya pementasan dimulai. Para penonton terlihat bersemangat termasuk Aya yang berada dibarisan paling depan. Sejauh ini semua pementasan berjalan lancar hingga tiba saatnya adegan yang dinantikan.
Ratu Jodha terlihat berdiri didepan patung dewa, terhanyut dalam do’a yang sama dengan do’anya yang sebelumnya yakni memohon kepulangan Raja Akbar dari medan perang dalam keadaan selamat.
“Dewa… Aku memohon padamu untuk keselamatan nya sebagai sesama anak manusia, suamiku….” Ratu Jodha jatuh berlutut dihadapan patung dewa. Paridhi seakan tak sanggup lagi meneruskan dialognya..
Yang dibelakang panggung termasuk Ram yang melihat dari bangku penonton nampak shock
Rajat datang…
“Ratu… Aku akan menghukum Dewa jika Ia kembali membuatmu bersedih seperti ini. Sudah banyak air matamu yang tumpah untukku. Aku tidak ingin kau bersedih lagi. Mari hidup bersama dengan seutas senyum sebagai cahaya rumah tangga kita. Kisah cinta kita telah menjadi sejarah, aku percaya” Raja Akbar mengangkat Jodha untuk segera berdiri
Raja menghapus air mata Ratu dengan lembut. Raja mendekap Ratu dan Ratu tetap terdiam.Raja menatap wajah Ratu dalam-dalam dan mengecup singkat bibir Ratu dan para penonton berusaha untuk tetap terdiam.
“Harusnya ciuman dahi tetapi kenapa…” Ram dengan cepat berlari ke belakang panggung
“Percayalah. Aku mencintaimu saja…” bisik Raja lembut di telinga Ratu menandakan pementasan berakhir.
Tirai menutupi Rajat dan Ratu yang berpelukan sangat erat. Keduanya menangis dan riuh tepuk tangan penonton membuat suara tangisan mereka tak terdengar. Pelukan mereka tergambar dalam siluet dan sepintas Aya menunjukkan muka masam. Ketika tirai dibuka, para pemain berjejer membungkuk sebagai ucapan terimakasih pada penonton.Tangan Rajat dan Paridhi berpegangan erat, melirik dan tersenyum sangat bahagia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s