FanFiction : Sultan dan Nova ~ Hum Tum

FanFiction : Sultan dan Nova – Hum Tum
Terinspirasi dari video klip Film India Hum Tum

Hujan belum berhenti, Sultan dan Nova masih tertidur di dalam mobil. Tidak lama kemudian, Nova tersadar lebih dulu dan ia tampak malu telah tertidur lelap di bahu pacarnya. Nova membuat jarak, menengok ke jendela dan samar-samar terlihat air hujan meninggi sekian senti. Nova ingin tahu sekarang jam berapa tetapi ia kesulitan melirik jam di pergelanagan tangan Sultan. Ia memaksa melihat dengan menarik tangan Sultan dan ini membuat Sultan terbangun. Ia menatap datar ke arah Nova sementara Nova hanya bisa nyengir karena telah membangunkan Sultan
“Hehehe… Sekarang sudah jam 9.30” ujar Nova tersenyum manis
“Hmmm maaf aku ketiduran…” racau Sultan dalam keadaan setengah mengantuk
“Jadi bangunlah.Sudah malam, jadi ayo klita pulang” sahut Nova agak manja, otomatis Sultan mengusap gemas kepala pacarnya itu
Denagn terburu-buru, Nova keluar dari mobilnya menuju bangku supir. Tapi saat di starter, mesin mobil Nova tak kunjung menyala. Nova terlihat kesal.
“Airnya tinggi sekali…” kata Sultan terdengar pasrah
“Jadi bagaimana?” Nova menengok ke arah Sultan
“Kau tunggu disini. Aku akan keluar mencari bantuan”
“Tidak Kak… Aku ingin ikut dokter” ujar Nova berusaha manja dan Sultan hanya bisa menyerah
Keduanya lalu berjalan dibawah payung berduaan mencari bantuan. Terlihat Nova memakai jasnya Sultan dan Sultan memeluk bahu Nova. Mereka tiba di sebuah rumah, seorang kakek-nenek terlihat mesra sedang bermain piano berdua. Dalam bayangan Nova, ia dan Sultan tengah bermain piano bersama. Nova tersenyum-senyum sendiri.
“Dek, kakak sudah dapat bantuan” Sultan segera masuk kembali dalam payung yang dipegang Nova
Lamunan Nova buyar berganti menjadi pipi yang merah merona
“Jadi gimana kak? Kita balik ke mobil?” tanya Nova yang disambut anggukan Sultan
Keduanya lalu berjalan bersama lagi… Nova melirik kemeja Sultan yang basah dan Sultan menyadari hal itu
“Jangan khawatir. Sebentar lagi kita akan pulang. Lagipula aku lelaki, fisikku lebih kuat darimu” tukas Sultan
“Kak, aku ini kan detektif. Fisikku tentu saja tidak seperti perempuan biasa. Aku juga kuat bahkan tampaknya lebih kuat dari dirimu” Nova melemparkan payungnya dan berlari menjauhi Sultan.
Keduanya tertawa renyah. Bak film India, kini keduanya berlarian dipinggir pantai dibawah hujan deras saling kejar-kejaran. Sultan berhasil menangkap Nova, memeluk pinggang gadis yang dicintainya dari belakang. Mereka berdua terlihat begitu mesra dengan mata berpandangan dan tangan berpegangan.
“Hei… Dek Nova kemarilah” teriak Sultan dari atas delman. Lamunan Nova terhenti dan khayalannya membuyar. Nova bergegas menyusul Sultan naiuk delman.
“Kita pulang? Naik ini?” Nova risau.
“Iya… Aku tadi sudah menitipkan mobilmu ke bengkel. Oh ya berhentilah bersikap manja didepanku. Aku merasa sangat lemah jika kau melakukan itu” raut wajah Sultan berbinar bahagia dan Nova langsung mengecup pipi Sultan. Keduanya amat bahagia pulang bersama diatas delman.
“Nova… Ayolah kita merangkai kisah kita sendiri. Kau setuju denganku kan?” ujar Sultan sembari menggenggam erat tangan Nova. Nova terheran, bagaimana bisa Sultan menagatakan apa yang ia pikirkan?
Nova tersadar dari kenangannya beberapa tahun silam besama Sultan. Nova berada di ruang tunggu, ingin menjenguk Sultan dan membawakan Sultan beberpa makanan. Akhirnya Sultan datang dengan wajah yang kurang terawat membuat Nova jadi sedih. Ia menyapa Sultan dan tak tahan lagi keduanya pun berpelukan. Nova masih harus berjuang membebaskan Sultan dari jeratan hukuman seumur hidup. Sultan kembali tersenyum
“Aku tidak kuat melihatmu bertingkah manja. Hentikanlah…”
Aku akan mengeluarkanmu. Itu pasti”
Mereka tetap berpelukan, saling menenangkan diri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s