Curhatku : Ending dan Kesan Descendants of the Sun

Yoo Si Jin injury

Episode 12 merupakan akhir dari kebersamaan Yoo Si Jin, Kang Mo Yeon, Yoon Myung Joo dan Seo Dae Yeong di Urk. Diceritakan akhirnya tugas-tugas mereka sudah selesai disana dan tim yang tersisa di Urk sudah diperbolehkan untuk pulang ke Korea Selatan. Penggambarannya sudah seperti ending tapi tentu saja kisah berlanjut selama cinta pada pekerjaan maupun cinta kepada manusia masih membara. Episode 13 dan 14 berisi lovey-dovey yang dengan singkat berganti jadi was-was terutama untuk SongSong couple. Berbagai rumor sad ending Descendants of the Sun menambah ketakutan penonton jadi super greget. Descendants of The Sun selalu penuh keberuntungan yah )

Yoo Si Jin sorban
as I say, still better than Samar Anand :p

Saya baru tahu kalau Kim Eun Sook dan Kim Eun Hee merupakan teman dekat. Maka jadilah Song Joong Ki dan Jin Goo berlagak seperti Yoo Chun di 3 Days, Tim Alpha ditugaskan mengawal VIP Selatan dalam pertemuan dengan VIP Utara. Selain dengan Argus, Si Jin punya beberapa tentara kenalan yang mengenang baik seorang Yoo Si Jin sebagai tentara cakap dalam bekerja. Tapi maut datang sekali lagi, Mo Yeon berusaha menyelamatkan Si Jin yang kembali terluka parah. Bukan hanya SongSong melainkan juga GooWon, setelah misi mengawal VIP Selatan kedua tentara ini pun melanjutkan tugasnya dan mereka hilang dalam beberapa saat. Maka menangislah semua fangirl. Lagi-lagi menggunakan resep konflik yang sama. Tentu saja HAPPY ENDING.

Dae Yeong bts

Untuk drama yang haram bagi saya menaruh ekspektasi tinggi, Descendants of the Sun buat saya adalah sajian yang memuaskan dari awal hingga akhirannya. Dari segi cerita sebenarnya saya tidak punya alasan kuat untuk menonton DOTS, saya tidak menyukai tipe romance a la Kim Eun Sook dan saya tidak suka tema humanity yang coba di angkat DOTS. Tapi semuanya berjalan baik, chemistry empat pemeran utama membuyarkan segala hal yang saya benci di DOTS. Bahkan sejujurnya saya ingin mengutuk adegan terakhir DOTS ketika Tim Alpha dan Tim Dokter menghadiri pernikahan Yi Hwa dan Daniel di Kanada, adegan penuh lagak itu untung saja diletakkan di akhir -___-

GooWon moment

DOTS pun berakhir bahagia untuk semua orang. Musnah sudah segala kekhawatiran bila drama ini berakhir tragis. Song Song couple sungguh sangat romantis bila digambarkan dalam kata-kata. Yang membuat saya bahagia, GooWon memberikan ciuman menggebu-gebu menjelang ending seiring bed scene mereka di hapus dengan misterius oleh KBS2 yang dikenal suka menyensor itu. Btw sudah pada tahu kan Myung Joo harusnya meninggal dunia? Nah lagi-lagi harus mengalah dengan kemauan penonton (atau dalam hal ini KBS2 sendiri) dan barangkali kita akan melihat kemurnian naskah Kim Eun Sook di drama Goblin yang tayang di tvN. Ada yang ingin mengikuti drama terbaru Kim Eun Sook ini? Saya sih masih mikir, ya jangan sampai Gong Yoo tergiring dalam tipe romance Kim Eun Sook yang “engga-banget” itu😀
Saya sangat menikmati kesuksesan DOTS juga hal-hal lain berbau DOTS seperti soundtrack K-drama ini. OST nya bagus-bagus dan kesemuanya laku keras di berbagai chart musik online. Yang paling saya suka tentu OST yang menjadi theme song GooWon. Haiihh lagi-lagi GooWon. Anyway goodbye DOTS, saya merasa belum puas dengan akting Song Joong vKi. Semoga projek barunya lebih bagus dan keren dari DOTS.

SongSong nation

Saya jadi ingin mengutip salah satu artikel yang dibuat tabloidbintangdotcom tentang Descendants of the Sun yang berjudul “6 Anomali di Balik Sukses K-drama Descendants of the Sun”

1. Kapten Yoo Si Jin menghapus stereotipe karakter utama pria
Kapten Yoo Si Jin bukan anak orang kaya, bukan pria superbaik yang sempurna sebagai pasangan, bukan pula cowok berpenampilan trendi. Ia memikat hanya dengan seragam tentara, rambut yang ditata apa adanya, dan sering bermandi keringat. Kim Byung Hoo, seorang psikolog Korea, menganalisis, “Tentara yang bekerja di negara yang dilanda bencana alam dan terorisme lebih menarik untuk penonton.”

Barangkali hanya Song Joong Ki, aktor yang bisa menjadi tentara imut tapi macho sekaligus. Song Joong Ki menunjukkan pesonanya dngan total meski saya tetap belum puas. Wajarlah jika Song Joong Ki maupun Yoo Si Jin yang ia perankan jadi idaman meski sekali lagi ada sifat-sifat Kim Tan dalam diri Yoo Si Jin :p

2. Tidak menonjolkan cinta segi tiga
Meski ada persinggungan antara Dokter Kang Mo Yeon dan Letnan Yoon Myung Ju (diperankan Kim Ji Won), hanya kesalahpahaman, bukan persaingan. Penonton tahu pasti cinta Yoon Myung Ju hanya untuk Sersan So Dae Young (Jin Goo). Begitu pula dengan Kang Mo Yeon dan Yoo Si Jin, yang meski dilanda berbagai aral, cinta mereka tak pernah pudar. Kedua kisah cinta ini sama-sama pentingnya dalam membangun alur cerita.

Saya rasa bukan khas Kim Eun Sook menampilkan cinta segi tiga dan umunya Drama Korea berformula cinta segi empat. karena tak ada love triangle, maka makin mantaplah delulu penonton😀

3. Bukan cinta yang cengeng
K-drama paling jago membuat penonton menangis bombai. Namun Descendants of the Sun mengajak penonton untuk lebih tegar. Beratnya perjuangan cinta Yoon Myung Ju dan So Dae Young yang terhalang restu ayah memilukan hati penonton.
Namun sebagai tentara, mereka berdua menghadapinya dengan tegar dan tenang. Larangan saling mencintai dari sang jenderal dianggap perintah yang pantang ditolak di kehidupan militer. Jika sudah takdir, semua akan indah pada waktunya. Di sini kadang penonton ingin mewek, tapi melihat tokoh di dramanya tegar, batal, deh!

Hehehe emang iya sih, it’s not writernim style.

4. Pengalaman cinta yang realistis
Karena dibumbui drama dan fantasi, kisah-kisah cinta di drama Korea lebih sering terlihat seperti kisah dongeng yang terlalu sempurna untuk jadi kenyataan. Memang, kesempurnaan sosok Yoo Si Jin dan Kang Mo Yeon sebagai tentara dan dokter—yang ganteng dan cantiknya keterlaluan—sulit ditemukan di dunia nyata.
Namun jika diperhatikan lebih dalam, pengalaman cinta yang mereka jalani cukup realistis. Gagalnya hubungan cinta akibat dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaan sesuatu yang jamak terjadi. Lihatlah bagaimana susahnya Yoo Si Jin dan Kang Mo Yeon kencan tanpa gangguan urusan pekerjaan.
Menonton adegan saat Kang Mo Yeon ditinggal menonton sendirian di bioskop karena Yoo Si Jin tiba-tiba mendapat panggilan tugas darurat pasti membuat banyak cewek baper. Tiba-tiba ingin menjerit, “Gue juga pernaaahhh!”

Yang bikin keren selanjutnya karena DOTS punya pesan profesionalitas kerja didalamnya. Tapi apapun itu saya masih percaya DOTS hanyalah drama Korea

5. Negeri fantasi terasa nyata
K-drama dikenal dengan pengambilan gambar dan lokasi syuting yang indah. Namun umumnya syuting dilakukan di Korea. Serial Descendants of the Sun membuat terobosan baru dengan mengambil lokasi syuting di Yunani dan menciptakan sebuah negeri fantasi bernama Uruk.
Meski tahu Uruk hanyalah sebuah negeri khayalan, penonton terhanyut, seolah-olah Uruk nyata. Indahnya laut dan pemandangan bebatuan di Uruk membuat banyak penonton ingin sekali berkunjung ke Uruk.

Tingginya minat mengunjungi lokasi syuting Descendants of the Sun di Korea, pemerintah Provinsi Gangwon membangun ulang lokasi syuting Descendants of the Sun di daerah Taebaek. Rumah tinggal orang tua Song Joong Ki di daerah Daejeon kini bak atraksi wisata yang banyak didatangi turis. Selain rumah orang tua Song Joong Ki, turis yang juga mendatangi pohon bernama Yeollimok, tempat favorit aktor idola ini setiap kali mudik.

Saya pikir Yunani adalah negara yang terancam bankrut deh, jadi baguslah DOTS mempromosikan Yunani meski harus bercover sebuah negara antah berantah bernama Urk. DOTS total sampai ada bahasa Urk, pemandangan pantai masih yang paling memorable di DOTS

dots bts

6. Anggaran Fantastis
Biaya produksi Descendants of the Sun menelan dana 13 miliar won atau setara dengan 141 miliar rupiah. Dana sebesar itu biasanya cukup untuk membuat serial drama kolosal puluhan episode yang syuting di studio alam di Korea.
Namun Descendants of the Sun yang hanya berjumlah 16 episode menghabiskan dana sebesar itu untuk mengemas serial ini menjadi sesuatu yang megah. Bayangkan saja, tim produksi memboyong puluhan pemain dan figuran ke Yunani untuk syuting sebulan.
Belum lagi penggunaan properti-properti mahal seperti helikopter, kendaraan militer, mobil mewah, juga peralatan kedokteran demi membangun latar negara konflik.

Bahkan ada beberapa titik dimana CGI dalam drama DOTS masih terlihat payah hehehe. Tapi lewat artikel di atas saya rasa sudah sangat jelas mengapa DOTS memiliki pencapaian luar biasa. Meski sekali lagi writernim style is not my style :p, at least DOTS more better than The Heirs😛

DOTS end

3 pemikiran pada “Curhatku : Ending dan Kesan Descendants of the Sun

  1. dira

    Woah baru tau myung joo harusnya mati. Tapi karena apa? Apa scene yg dihapus itu buat melengkapi cerita versi aslinya? Hehe
    Drama ini ditulis oleh 2 penulis 1 cewek dan 1 cowok jadi saya maklum ga semua style kim eun sook ada di drama ini. Bahkan saya ngiranya joong ki pilihan utama lho untuk lead male tp ternyata bukan… rejeki emang ga ke mana. Ada pesan tersendiri ev, ga ada hasil yg beda kalo usaha kita jg ga beda dr biasanya🙂
    Untuk ost cuma ost pertama pertama aja ev yg saya suka. Ost goowon malah cuma 1 yg nempel ya lagu dr kim na young itu. Kemarin sampe nyari lagu ost secret yg saya bilang mirip sama lagu itu di lepi ga adaaaaaaa t.t

    1. Siip gegara keseringan denger ost DOTS jadinya kebosanan, heuheu~~ Thankyou udah ngingetin kalau DOTS punya 2 SW nim tapi semuanya terfokus pada Kim Eun Sook seorang😀 Asik kali ya kalau Myung Joo meninggal, keselnya pasti kayak Eun Si Kyung waktu meninggal

      1. dira

        Tergantung ya ceritanya dibikin gimana…
        Bener ev, yg terkenal soalnya kim eun suknya meskipun sentuhan humanisnya kim won seok yg kayaknya bikin drama ini beda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s