Any Body Can Dance : Film Pertama vs Film Kedua

abcd2 cute

Perkenalan saya dengan Prabhu Deva and his dancing skill ketika menjadi cameo di Oh My God membuat saya segera memburu film Any Body Can Dance atau yang biasa disebut ABCD, sebuah film bertemakan tarian hip hop. Lucu juga ya Bollywood yang terkenal dengan nyanyian dan tarian justru baru mempunyai film serupa Step Up ya di tahun 2013 sebagai tahun perilisan ABCD pertama dan dilanjut ABCD kedua di 2015. Pencarian saya terhadap dua film ABCD juga rumit terlebih saya lebih dulu mendapatkan ABCD2 lalu ABCD1, saya bela-belain tidak menonton ABCD2 dalam waktu lama demi menunggu sumbangan ABCD1 di laptop teman yang charge-nya rusak. Setelah segala penantian lama yang akhirnya tercapai, saya jadi berniat membandingkan dua film karya sutradara Remo D’Souza ini. Sebelum itu saya ingin menyatakan bahwa saya lebih menyukai ABCD1 ketimbang ABCD2.

Story ABCD

1. About the story
ABCD1 menceritakan Pak Vishnu yang membuat kelompok tari baru setelah Jehangir mengkhianati dirinya dengan memecat Vishnu dari sekolah tari yang mereka bangun bersama. Sedangkan ABCD2 yang bukan merupakan lanjutan ABCD1 menceritakan suka duka Suresh dan Vernon dalam membangun kelompok tari baru setelah tersandung kasus plagiarisme dimana Pak Vishnu memutuskan menjadi guru mereka. Kalau buat saya masing-masing cerita ABCD1 dan ABCD2 punya kelebihan dan kekurangan, susah menentukan yang mana cerita terbaik diantara keduanya. Di ABCD1 semua konflik berusaha dimunculkan, karena terlalu banyak konflik membuat saya sebagai penonton jadi keki sendiri. Di ABCD2 saya lebih suka dengan kemunculan konfliknya tetapi saya sudah kadung bosan dengan cara penyelesaiannya yang “itu lagi..itu lagi”. Hanya saja secara kemasan tentu saja saya lebih menyukai ABCD1 karena ABCD2 terlalu glamour. Lagipula dancer dunia ABCD2 justru tidak se-wow yang saya duga, mereka semua justru lebih mirip dance cover. Aduh, siap kena timpuk nih.

abcd dance

2. Dance… Not DANS!!!
Semua tarian yang ditampilkan sungguh sangat menghibur ditambah dengan lagu-lagu yang nyatu banget sama tariannya. Ada tarian badut, tarian Charlie Chaplin dan juga tarian teruntuk Dewa Ganesha di ABCD2 yang menjadi favorit saya terhadap seluruh tarian di dua film Any Body Can Dance. Jika boleh membandingkan tarian final ABCD1 dan ABCD2, saya akan memilih tarian ABCD1 yang super pecah itu. Sesuai judul film ini, tarian final film ABCD1 membuat saya sangat ingin ikut menari. Sedangkan tarian final ABCD2 yang dramatis cukup wow saja, ya mungkin karena segala simbol dalam tarian tersebut hanya dapat dipahami oleh asli India saja. Padahal saya pun tidak tahu apa-apa tentang Ganesha yang menjadi objek tarian final ABCD1.

bezubaan

3. Bezubaan
Saya tidak menyangka mengapa Remo dengan teganya menjadikan satu lagu yang sebenarnya sama sebagai soundtrack dua film berbeda. Ada Bezubaan versi ABCD1 sebagai bentuk pemberontakan tim DDR terhadap warga kampung yang menolak keberadaan DDR (terlebih ada sponsor politis untuk tim mereka :p) dan Bezubaan versi ABCD1 berfokus pada Dharmesh yang berusaha membujuk hati ayahnya yang selama ini melarang D menari. Di ABCD2, nyanyian Bezubaan terdengar ketika Mumbai Stunners yang di-cap penipu muncul lagi sebagai Indian Stunners dengan mengikuti audisi Bangalore yang kelak meloloskan mereka untuk mengikuti kompetisi di Las Vegas. Sorry but, Bezubaan versi ABCD1 adalah yang terbaik. Tariannya dapet dan feelnya greget ketika DDR menari dibawah hujan dan ditonton para warga kampung. Tamparan ayah D itu sakit euy. Sebenarnya Bezubaan versi ABCD2 pun bagus juga, Raghav Juyal ituloh gemesin beud…

Sun Saathiya

4. Sun Saathiya
Barangkali penggunaan lagu Bezubaan untuk dua film masih bisa saya maafkan tetapi bisa saja kekejaman Remo yang satu ini takkan saya ampuni. Pertama saya menonton Sun Saathiya versi ABCD2 dimana Varun Dhawan dan Shraddha Kapoor berhasil menampilkan chemistry terbaik mereka sebagai Suru dan Vinnie. Sebuah tarian yang mampu mengeksplor ikatan kuat dan terbesit niat untuk mempelajari tarian Sun Saathiya. Pun dibuat benar-benar mengapresiasi usaha keras Varun dan Sharaddha. Dan kenapa bisa lagu yang romantis ini juga muncul di ABCD1 melatari adegan yang bikin saya jijik dengan Kay Kay Menon? Ketika Jehangir menggoda Rhea, sungguh sangat merusak keindahan lagu ini hehehe. Ingin sekali saya menghajar om Kay dan kenapa Lauren yang kekar tidak melakukan itu? Duheee saya bercanda om, om deh yang paling keren di Haider😀

Rhea Olive

5. Lauren Gottlieb
Bule India and she’s so damn hawt!
Muncul di kedua film, di ABCD1 sebagai Rhea dan di ABCD2 sebagai Olive. Selalu dapat loveline tidak perlu terutama loveline dengan Suru di ABCD2. Intinya saya suka lah sama cewek satu ini meski kuat mendominasi diantara dancer cewek di ABCD1 dan buat saya Lauren mampu mengimbangi akting Shraddha dengan baik di ABCD2. Ceritanya Olive ditunjuk menggantikan Vinnie yang lagi cedera dan cekatannya Olive enggak kalah ketika harus menari dengan banyak cowok. Yaiyalah dia dancer, bahkan ternyata Lauren bisa menari balet juga seperti yang ia tunjukkan di ABCD1. Eh katanya sempat punya hubungan dekat dengan Punit Pathak, huauauau lucu❤

abcd dancer

6. Sushant Pujari, Dharmesh Yelande and Punit Pathak
Mereka adalah 3 dancer yang muncul baik di ABCD1 maupun ABCD2. Sushant Pujari di ABCD1 berperan sebagai Sushi sedangkan di ABCD2 meningkat sebagai Vernon teman perjuangan Suresh (dimana kedua tokoh tersebut benar-benar ada). Baik di kedua film, Dharmesh Yelande memerankan dirinya sendiri sebagai Dharmesh ‘matlab’ D. Dan yang paling ganteng diantara ketiganya yakni Punit Pathak memerankan Chandu di ABCD1 dan Vinod di ABCD2. Akting ketiganya bagus kok, masing-masing punya bromance yang apik. Hanya karena peran yang dibawakan Punit Pathak selalu complicated, aktingnya lah yang paling menjadi fokus saya dan saya menganggap akting Punit yang paling bagus. Di ABCD1 memerankan pecandu narkoba dan ABCD2 sebagai tunarungu sakit-sakitan, baik Chandu maupun Vinod merupakan sumber drama bagi dua film Any Body Can Dance. Untuk kemampuan menari, saya paling suka dengan kemampuan menarinya D meski tetap saja Punit Pathak lah yang paling seksi😀.

Vishnu Sir

7. Vishnu Sir
Saya tidak dapat menggambarkan banyak kekaguman saya terhadap tarian Prabhu Deva lewat kata-kata. Intinya saya hanya kecewa, dominasi Varun Dhawan di ABCD2 membuat Vishnu Sir serasa tempelan saja bahkan sajian tarian super speechless di ABCD1 tidak terulang lagi di ABCD2. Belum lagi misi rahasia Vishnu ke Las Vegas sungguh menyakitkan hati, bagaimana bisa Vishnu Sir sudah punya istri dan anak?????? 

Raghav Juyal

8. Raghav Juyal
Terhitung setelah menonton ABCD2, kekaguman saya terhadap kerja keras seorang Varun Dhawan semakin bertambah. Begitu pula dengan sosok Shraddha Kapoor yang membuat saya optimis bisa menari hip hop suatu saat nanti. Tapi bintang sesungguhnya di ABCD2 (setelah Vishnu Sir hanya berasa tempelan) adalah Raghav Juyal yang membuat saya kecewa kenapa Raghav tidak muncul sejak ABCD1. Setelah diselidiki ternyata di tahun itu Raghav menjadi peserta talent search Dance India Dance Season 3 yang tayang di Zee TV. Raghav Juyal mendapatkan julukan The King of Slowmotion dan saya rasa Raghav memang pantas mendapatkan julukan itu sebab slowmotion yang ia lakukan di Formasi Ganesha sungguh keren sekali. Aktingnya yang lucu dengan rambut keriting berbuntut macam cowok 90-an sungguh menarik perhatian. Pokoknya Raghav ngegemesin, lovey dovey pokoknya. bahkan di DID, Raghav terkenal dengan kemampuannya memberi bunga pada perempuan dengan slowmotion. Pokoknya keren lope lope❤

Ah lelah. Oh ya kenapa Salman Yusuf Khan tidak bermain di ABCD2? Padahal dia kan bagus juga. Tapi tak apalah setidaknya ada Raghav Juyal yang unyu disana menutupi segala kekurangan ABCD2. Sekali lagi ABCD1 yang terbaik, betapa tegasnya Pak Vishnu mengajari murid-muridnya di ABCD1 menjadi hal yang paling saya cintai di ABCD1, hubungan antara guru dan murid always deep bruh.

Ganesh Formation
RAGHAV JUYAL DA BEST!!!!!!!!!!!!!!!!!

shraddha prabhu
Hahahahahaha~~~~Molla!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s