Film : Dead Poets Society (1989)

DPS scene
A sweaty-toothed man

Film India dikenal sering mengadaptasi tanpa konfirmasi beberapa film terkenal diluar India. Yang terbaru diantaranya film TE3N yang diduga hasil adaptasi dari film Korea berjudul Montage. Dari daftar ‘film India adaptasi’ saya menemukan judul film ini yang katanya menjadi adaptasi film India terkenal “Mohabbatein”. Tapi belum ada niat untuk menontonnya.

Kawan yang merekomendasikan saya 12 Angry Men juga meminta agar saya menonton film ini. Ketika sudah cukup niat untuk menonton saya justru tidak menemukan link downloadnya. Dan saya tidak menyangka akan mendapatkan film ini dari laptop senior di kampus. Hahahaha sungguh perjalanan yang amat panjang sekali.

Dead Poets Society produksi 1989 ini membuat saya sadar jika alm. Robin Williams sudah sangat tua sekali. Bersetting Akademi Welton, sekolah unggulan khusus pria (jadi ingat SMA Kolese Kanisius) tahun 50-an yang tidak bebas dan sangat monoton. Perubahan terjadi ketika Mister Keating yang termasuk alumnus Welton menjadi guru bahasa sastra Inggris di sekolah itu. Cara mengajar Mister Keating yang tidak biasa berhasil menarik perhatian setidaknya 7 siswa dalam kelas untuk belajar mencintai sastra. Mereka pun menghidupkan kembali klub Dead Poets Society, klub rahasia Mister Keating selama menjadi siswa di Akademi Welton. Lewat sastra para siswa ini berusaha meraih kebebasan yang sejatinya membutuhkan perjuangan.

Sebagai orang yang mempunyai minat terhadap sastra, film ini adalah film yang saya sekali. Membuat sastra menjadi media pertunjukan semangat kepemudaan, ya memang begitu bahkan hingga kini begitu. Membuat puisi ketika tengah jatuh cinta atau tergila-gila pada sebuah novel hingga berdampak pada kehidupan nyata, tidak ada kasta dalam sastra. Cara mengajar Mister Keating pun sungguh luar biasa, kita bisa melihatnya efektif pada sosok siswa pemalu bernama Todd Anderson. Meski harus berakhir tragis bagi Neil Perry, ya saya memang selalu dilematis pada sosok yang berani membunuh dirinya sendiri.

Lumayan film ini bisa mempertemukan saya dengan Tom Hawke remaja yang sangat imut. Padanya saya memilih adegan favorit Dead Poets Society ketika Todd berpuisi.

Saya menyukai cara mengajar Mister Keating yang anti mainstream pada masanya. Saking sukanya, saya sampai ragu akankah saya bisa menjadi guru yang keren seperti Mister Keating. Banyak keraguan saya jadi gelisah. Tapi yang saya tahu saya tetap akan menjalani hidup ini dan saya ingin terus belajar. Dead Poets Society menambah rasa semangat saya untuk lebih mempelajari sastra dan itu sudah lebih dari cukup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s