#RI71 “Yang Kaya Makin Kaya Yang Miskin Makin Miskin”

Hijau merimbuni daratannya
Biru lautan di sekelilingnya
Itulah negeri Indonesia
Negeri yang subur serta kaya raya

Seluruh harta kekayaan negara
Hanyalah untuk kemakmuran rakyatnya
Namun hatiku selalu bertanya-tanya
Mengapa kehidupan tidak merata

Yang kaya makin kaya
Yang miskin makin miskin
Yang kaya makin kaya
Yang miskin makin miskin

Negara bukan milik golongan
Dan juga bukan milik perorangan
Dari itu jangan seenaknya
Memperkaya diri membabi buta

Seluruh harta kekayaan negara
Hanyalah untuk kemakmuran rakyatnya
Namun hatiku selalu bertanya-tanya
Mengapa kehidupan tidak merata

Yang kaya makin kaya
Yang miskin makin miskin
Yang kaya makin kaya
Yang miskin makin miskin

Selama korupsi semakin menjadi-jadi
Jangan diharapkan adanya pemerataan

Hapuskan korupsi di segala birokrasi
Demi terciptanya kemakmuran yang merata

Bukankah cita-cita bangsa
Mencapai negeri makmur sentosa

Masih banyak orang hidup dalam kemiskinan
Sementara ada yang hidupnya berlebihan

Jangan dibiarkan adanya jurang pemisah
Yang makin menganga antara miskin dan kaya

Bukankah cita-cita bangsa
Mencapai negeri makmur sentosa

~~~

Bisa dibilang, lagu ini merupakan title track dari mini album (?) Soneta Volume 11 bertajuk sama. Beberapa hari terakhir saya jadi sering mendengarkan lagu “Indonesia” dengan tanpa sadar bahwa momennya pas Dirgahayu Indonesia ke-71. Lagu yang menyindir keras pemerintahan Orde Baru kala itu dan tampaknya lagu ini masih termasuk kekinian untuk zaman sekarang. “Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin” termasuk kata-kata Rhoma Irama yang bahkan dikenal oleh yang bukan penggemarnya selain “Terlalu”. Dan di #RI71 saya kembali merenungi kalimat tersebut, bahwa sebuah perubahan kebaikan di suatu negeri itu bukan hal yang mudah. Maka saya terima saja segala hal optimis di #RI71 kali ini, Indonesia pun juga butuh bahagia.

Jadi selamat ulang tahun untuk NKRI ke 71. Baik yang kaya maupun yang miskin semoga ikut merasakan euforia dirgahayu negeri ini. Setidaknya jurang yang ada tidak bertambah menganga. Juga untuk saya sendiri merasa bersyukur sekali bisa menjadi warga Indonesia. Yang terbaik untuk Indonesia dan semoga semua penduduknya jadi lebih pandai lagi dalam menanggapi hoax : D

Tanah Air Beta
Tanah Air beta, airnya bayar tanahnya nyewa -Dzawin-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s