Curhatku : Memburu Para Bule di PIFAF 2016

dari-hinata-untuk-rock-lee

Sudah sering saya katakan kan jika saya bertugas membuat esai berupa apresiasi terhadap berlangsungnya PIFAF 2016 hehehe mulai dari pra 30-31 Agustus hingga acara inti 1-5 September. Ohya PIFAF ini sendiri merupakan singkatan Polewali Mandar International Folk And Art Festival yang bekerjasama dengan organisasi CIOFF. Kalau melihat agenda CIOFF yang lalu-lalu, acara festival seni rakyat ini sebelumnya diselenggarakan di Erau Kalimantan, jadi berpindah-pindah tempat. Ya tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada Festival sejenis ini lagi di Polewali Mandar tahun depan. Ditambah Sulawesi Barat sebagai Provinsi baru terkhusus Polewali Mandar sedang gencar-gencarnya melakukan promosi wisata bahari yang jadi andalan mereka. Ada Pantai Bahari di Polewali (Kanan), Pantai Mampie di Desa Galeso, Pantai Palippis, Taman Bakau di Desa Gonda, tiap-tiap Pantai mulai membangun agar bisa menjadi objek wisata yang layak. Tapi kalau saya pribadi lebih penasaran sama perbukitan yang mampu menunjukkan keindahan daerah saya dari tempat yang tinggi.

Seni yang dimaksud di PIFAF merupakan seni tari, jadi 5 negara peserta yakni India (menggantikan Bangladesh), Rumania, Malaysia, Rusia dan Korea Selatan masing-masing diwakili oleh sanggar tari yang membawakan tarian rakyat dari negeri mereka. Paling menarik tentu Korea Selatan, tim mereka banyak berisi orang-orang lanjut usia meski beberapa dari mereka juga ada yang agassi dan tidak ada oppa hehehe. Paling lucu waktu foto bareng mereka, saya nyeletuk “kamsahamnida” dan para orang tua itu semua membungkuk tanda hormat maka saya beserta teman-teman lain juga ikut membungkuk. Hehehe terlalu takut mendekati tim Korea Selatan karena nanti disangka tidak sopan. Kan citra warga disini jadi tidak bagus hahaha.

Selanjutnya ada Tim Rusia yang sama sekali tidak mirip Rusia sepengetahuan saya. Usut punya usut mereka memang tidak berasal dari Moscow melainkan Rusia Utara yang notabene daerah perbatasan. Wajah-wajah mereka juga Asia sekali (95% warga lokal menyangka mereka Korea; like me) karena daerah mereka berbatasan langsung dengan Mongolia, nama sukunya itu Yakut. Hmmm diantara tim 5 negara yang membawa penari usia dewasa, tim Rusia ini yang paling bening sebab isinya para muda mudi. Cantik-cantik loh.

Tim India membawa penari tunggal, sayang sekali. Yang favorit saya Tim Malaysia, hehehe mereka menghibur sekali.

tim-rumania

Ini dia, Tim Rumania yang “bule foto-foto-able” banget. Eropa banget sih gaya mereka dan mereka ini yang cenderung bertabrakan sekali dengan adat timur di Polewali Mandar yang belum seperti Bali. Mulai dari insiden bikini menggemparkan khalayak Mandar di Facebook hingga yang saya perhatikan dari cara berkompetisi mereka sangat sengit sekali. Mungkin begitulah di Rumania sana, melihat gelagat para bule 5 negara bisa menjadi bekal bermakna bagi kita jika ada waktu bisa berkunjung kesana hehehe. Kan keren.

Selain bule-bule pemancing agar para warga lokal semangat menyemarakkan PIFAF, yang menarik juga dari para warga Polewali Mandar itu sendiri. Saking takjubnya mereka melihat bule disertai keinginan besar untuk foto bareng, ada satu kalimat bahasa Inggris yang dengan lancar mereka ucapkan dan mereka hapal, “Can I take picture…” sambil tangan mereka mengisyaratkan memotret dengan tustel hehehe. Pemandangan paling menarik tentu pada saat 31 Agustus di Pantai Mampie yang mana bikini bertebaran dan para warga timur ini menjadikannya sebagai tontonan gratis. Ada perasaan risih terlebih apa yang dikatakan beberapa orang tua yang menonton dan membawa serta anaknya. Ya itu tadi, promosi wisata ini semoga dibarengi dengan pembekalan Sumber Daya Manusia di desa-desa.

SDM ini menjadi masalah dimana-mana. Contohnya pada ajang Tomalolo Tomakappa sebagai penutup PIFAF 5 september lalu, harus ada peningkatan kualitas yang lebih lagi agar pemuda disini tidak kalah dengan pemuda disana. Sudah seperti ironi dan semoga saja Polewali Mandar dan seluruh warganya mau untuk terus belajar karena sepengamatan saya PIFAF 2016 sudah dilangsungkan dengan baik. Kalau bisa sih bikin festival musik gitulah biar greget.

4 pemikiran pada “Curhatku : Memburu Para Bule di PIFAF 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s