Film Korea 2016 : Phantom Detective, Train To Busan dan The Wailing

bidadari-2016
Ouch… Dirinya yang masih cantik saja :*

Saya menyadari bahwa akhir-akhir ini justru lebih rutin menonton film ketimbang drama, parahnya lagi kebanyakan film India :D. Jadi sekarang saya membahas film Korea 2016 yang sudah ditonton dan tidak memasukkan The Handmaiden ke dalam daftar ini sebab sudah membahasnya lebih dulu.

phantom-detective
Poster filmnya yang sangat laule~~~ *saya suka saya suka*

Berkonsep noir disertai tata kostum sejadul mungkin, tampilan eye-catching satu ini sangat Hollywood sekali. Tapi semakin terikat kita pada ceritanya maka semakin sadar kita bahwa film ini adalah film Korea yang khas dalam kehandalannya mencampur-adukkan emosi. Serta tak lupa pula Phantom Detective turut menampilkan kelemahan khas dari sebuah film Korea. Ohya soal kostum saya baru ingat bahwa sutradara film ini adalah sutradara A Werewolf Boy yang mana film serigala itu juga menganut setting jadul dan saya juga suka tata kostumnya yang berhasil bikin Yoo Yeon Suk tampan jadi menyebalkan. Disamping kecutiean dua cucu kakek, harus diakui yang bikin saya betah nonton film ini juga karena kostumnya. Lah kok fokus memuji kostum sih? Hehehe

Phantom Detective tidak cukup fokus pada Go Ahra. Maka tebak-tebakan saya sebelum nonton jika ada loveline antara ia dan Lee Je Hoon sangatlah salah besar (please gais jangan suudzon kayak saya -.-). Yang ada kita berusaha dibuat takut pada kekuatan mahasuper villain Kim Sung Kyun nan menyeramkan (at the same time I enjoying his character in Bobogyeongsim) dengan karakter anti-hero tampan sebagai lawannya. Ya, betapa teduh wajah tampan Lee Je Hoon disini, baru kali ini saya melihatnya dan merasa ia benar-benar tampan (efek kostum). Ini film yang menghibur dan tak boleh dilewatkan terutama penampilan cameo Byun Yo Han di ending film.

train-to-busan

Terhitung film fenomenal satu ini akhirnya menjadi tontonan seru saat zombie zombie bikin penasaran itu akhirnya muncul. Gong Yoo selamanya muda di mata saya, (bagi saya) di awal film ia kurang greget memerankan tokoh ayah muda dan anggapan tersebut akhirnya patah di ending film ketika adegannya menggendong bayi muncul (no spoiler). Ketampanannya teduh, sama teduhnya seperti Hyun Bin versi flashback di My Lovely Sam Soon.

Zombie Korea ini pasti lebih mengaduk-aduk emosi ketimbang zombie Hollywood penuh efek kemegahan seperti kita tahu. Karakternya selain ayah muda juga ada ibu hamil beserta suami kekar, tim baseball berisi satu cowok yang malu mengungkapkan perasaan sampai nenek-nenek sahabat forever. Terbawa ketegangan Train to Busan adalah cara terbaik menerima bagian kemanusian dari film ini, tanpa harus protes secara berlebihan. Sayangnya film ini tidak detail, ya cukup disayangkan. Tapi syukurlah, kepopuleran Train to Busan berdampak pada Ma Dong Suk ajusshi, semoga beliau makin laris.

the-wailing
Poster terbaru versi Internasional

Saya hanya paham bahwa sambutan Cannes untuk filmnya Na Hong Jin ini sangat baik sekali dan saya menonton tanpa tahu betul seperti apa plotnya. Jadilah saya kaget ketika mendapati satu jumpscare di awal film sambil membatin “Ini horror yah?? :o”

Horror tidak horrornya film ini bukan jadi masalah melainkan banyaknya tafsir yang terbentuk seiring makin banyaknya jumlah penonton The Wailing. Bahkan sampai sekarang, film ini masih teramat menyenangkan untuk jadi bahan diskusi dan saya sudah menyerah untuk hal-hal multi-tafsir tersebut. Hahaha sudah cukup pusing dengan yang lain-lain.

Dibandingkan dua film 2016 diatas, yang ini masih sangat Korea mulai dari jalan ceritanya dan pergerakan alurnya yang lambat. Dengan pertimbangan segala kekurangan yang terasa, The Wailing bagi saya adalah film mikir yang luar biasa. Ia mengaduk perasaan sekaligus otak dan jajaran pemainnya juga on fire. Sampai sekarang saya suka mengulang-ulang adegan Hwang Jung Min joget-joget melakukan ritual, hehehe aktor yang satu ini sangat bikin penasaran saya di 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s