Tentang Nirvana in Fire : Pengantar

Disaat sedang gandrung-gandrungnya menonton film, ditambah lagi dengan libur panjang didepan mata, saya justru kehilangan semua bahagia itu berawal dari rusaknya charge laptop. Lih alih kumpul uang untuk beli baru sampai empat bulan lamanya, atas keberanian melapor pada bapak, beliau justru mengajak saya mencari tukang servis, siapa tahu charge ini masih punya harapan untuk diperbaiki. Dan bapak benar, bodohnya saya menunggu empat bulan tanpa kepastian lancarnya uang jajan dimusim liburan.

Seseorang bernama Hayati Nur menambah pelik empat bulan karam itu, dengan niat baiknya. Ia dengan ketulusannya mengirimkan saya sebuah kaset berisi drama Tiongkok maha terkenal berjudul “Nirvana in Fire”. Hayati Nur tahu betul apa yang saya inginkan namun momennya sungguh tidak tepat. Bagaimana bisa saya mengabaikan drama siap tonton hasil sumbangan ini dengan alasan karena charge laptop rusak? Bagaimana bisa saya mengabaikan drama yang sejak lama sudah saya idam-idamkan ini? Bagaimana bisa saya tidak bergegas mencari cara mengatasi charge laptop ini? Aku kudu piye? T___T

Maka saat empat bulan karam telah berlalu, langsung menonton Nirvana in Fire adalah agenda wajib saya. Dan seiring lebih mengenal drama ini, keinginan untuk ngebut tidak lahir karena charge laptop sudah ada, bukan juga demi menebus kebaikan luar biasa dari Hayati Nur, tetapi… karena drama Tiongkok ini nagihnya sungguh luar biasa. Saya berpikir, empat bulan tanpa charge laptop adalah momentum tepat bagi Nirvana in Fire menggebrak pribadi saya, seperti ketika Mei Changsu menyiasati para lawan politiknya yang menghalangi keinginannya menjadikan Pangeran Jingyan sebagai Kaisar. Drama Tiongkok memukau saya dengan kebaruannya, yang mana saya sebelumnya lebih akrab dengan drama Korea. Apalagi ini Nirvana in Fire yang maha terkenal itu, yang dari judulnya saja sudah dahsyat itu, yang bahkan dibicarakan diforum mayoritas drama Korea itu.

Mengutip Hayati Nur, tidak seperti drama Korea yang cepat diawal tapi lambat diakhir, Nirvana in Fire atau yang akrab saya sebut Lang Ya Bang, justru lebih bermain rapi dengan tidak cepat namun juga tidak lambat. Sah sah saja mengatakan Lang Ya Bang (dan kemumetannya) tidak cukup menarik di beberapa episode awal, hehehe toh itu kata-kata saya sendiri yang bahkan saya meledek bahwa wajah pemain semuanya mirip Yeon Jung Hun ajusshi hehehe (saya hanya mengenali wajah Hu Ge). Tapi itu dulu, ya Lang Ya Bang adalah ngebut-able yang melebihi drama Korea. Berhubung masih dalam proses menamatkan, saya akan bercerita lagi dipostingan selanjutnya .

Iklan

Satu pemikiran pada “Tentang Nirvana in Fire : Pengantar

  1. Hayati Nur

    Nonton Nirvana in Fire emang penuh cobaan. Dulu aku sempet ketiduran di episode awal.. Hahahaaa.. 😂😂😂

    Tapi aku tekuni lagi nonton itu, karena penasaran sebagus apa sih drama ini, kok sampai menang banyak sekali penghargaan.
    Selain itu, ada yang bilang “nirvana in fire” adalah period drama terbaik sejauh ini. Drama period lain macam saeguknya korea atau drama period dari mainland sendiri, belum ada yang menandingi kualitasnya nirvana in fire. Dari situlah aku makin penasaran 😁 dan semangat untuk menamatkan “nirvana in fire”. Benar saja, makin kebelakang makin nagih dan ngebut-able nontonnya 😁

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s