Tentang “Angoor” (1982) Sesingkat-singkatnya

Karena saya hanya membaca buku yang membahas film Aandhi namun tidak menontonnya, maka Angoor (1982) jadi film pertama yang disutradarai Gulzar yang saya tonton. Ohya ada juga buku yang membahas film ini dan saya belum membacanya hehehe

Sebagai film yang disutradarai penulis lirik handal Bollywood plus musiknya dibikin oleh komposer kawakan masa itu (RD Burman), Angoor juga memiliki line up aktor yang dikenal sebagai aktor dengan kemampuan akting bagus. Ada Sanjeev Kumar, Deven Verma, Mousumi Chatterjee, Deepti Naval sampai Aruna Irani. Merupakan hasil adaptasi dari naskahnya William Shakespeare, masing-masing Sanjeev dan Deeven memainkan peran ganda dengan memiliki saudara kembar identik. Saking identiknya, gaya berpakaiannya saja sama, model rambut juga, bahkan yang paling mendasar, nama mereka pun sama. Kelak itulah yang membuat runyam konflik dalam film 2 jam 10 menit ini.

Bahadur dan Ashok

Film bergenre komedi ini bakal memperlihatkan kesalahpahaman yang tercipta atas kehadiran sang saudara kembar di kota yang sama namun keduanya tak kunjung bertemu langsung. Ya di beberapa adegan saya berhasil dibuat tertawa seiring berlangsungnya kekonyolan tersebut. Meski di beberapa kesempatan terutama menjelang ending, tidak terbantahkan kalau saya kadang merasa konfliknya terlalu bertele-tele.

Ohya apa yang saya rasakan dari menonton filmnya Gulzar? Asik tentu saja. Dan saya menyadari meskipun Angoor film komedi, ia punya dialog yang harus disimak dengan baik-baik. Meleng sedikit saja dari dialognya, terutama dialog bagian awal-awal, ya bisa enggak paham sama ceritanya dan kebingungan. Soalnya saya ngalamin sih hehe. Nah fokus menyimak dialog dan kemampuan bahasa Inggris yang pas-pasan bikin saya lupa dengan musiknya RD Burman. Sejauh mendengar memang tidak ada yang negitu nyantol, kecuali nyanyian kode “Pritam Aan Milo” itu hehe.

Fokus menonton Angoor pun berlanjut dengan menuntut kemampuan agar bisa membedakan yang mana Ashok ini mana Ashok itu mana Bahadur ini dan mana Bahadur itu. Makanya lagi-lagi perlu fokus dan mungkin itu penyebab kenapa komedinya terkadang bisa begitu memuaskan. Akting pemainnya bagus-bagus, Sanjeev yang suka serius main komedi dan Deeven Verma keluar sebagai yang terlucu terutama saat dirinya menirukan suara anjing.

2 tanggapan untuk “Tentang “Angoor” (1982) Sesingkat-singkatnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s