Belajar Leadership dari JR NU’EST dan Chan Stray Kids

Agak lama untuk menentukan judul tulisan ini sampai yang di atas itu dirasa sudah pas pada apa yang hendak saya sampaikan. Ini berdasarkan menonton survival show Produce 101 Season 2 dan Stray Kids yang sama-sama tayang di mnet.

Kalau JR atau yang di Produce 101 kita tahu bernama Kim Jonghyun perwakilan Pledis Ent sudah dijuluki National Leader berkat kemampuan memimpinnya yang teruji. Bagaimana seorang pemimpin harus mendahulukan kepentingan anggotanya dulu baru setelah itu kepentingan diri sendiri, ia Jonghyun itu begitu. Jonghyun banyak menginspirasi trainee lain untuk ikut merasakan posisi leader. Barangkali salah satu orang yang beruntung pernah digembleng sama leader Jonghyun adalah Kwon Hyun Bin.

Mereka berdua satu grup membawakan lagu Sorry Sorry nya Suju bersama Minhyun, Daniel, Jaehwan dan Ong Seung Woo. Ada dua orang yang memang kurang berpengalaman (ini bahasa Jonghyun, kalau bahasa saya nyebutnya enggak bisa -_-) dalam hal tarian yakni Jaehwan sama (yang terparah) Hyunbin. Nah Jaehwan yang kemampuan menarinya sudah meningkat tak dibarengi dengan kemampuan menari Hyunbin yang masih saja belum ada peningkatan. Lah kok Jaehwan bisa tapi Hyunbin masih belum bisa? Ternyata selain lambat dalam belajar menari, dalam kamera mnet Hyunbin termasuk yang tidak mood latihan kalau sudah lewat satu jam. Jonghyun yang selama ini sudah cukup perhatian dan bersabar menghadapi Hyunbin akhirnya marah juga ke Hyunbin. Bahkan Jonghyun marah dengan membelakangi Hyunbin, mungkin ada sebersit perasaan tak tega yah hehehe. Lalu berpikir bagaimana jika Hyunbin jatuh ke tangan leader selain Jonghyun di evaluasi pertama P101? Wah bisa habis Hyunbin, bisa jadi ia sudah terhempas jauh tak masuk 35 besar. 

Usaha keras grup Sorry Sorry pun berbuah manis, bahkan vote untuk Hyunbin sangat tinggi. Sebagai leader Jonghyun berhasil sekali, ya meskipun tiap perform Jonghyun tak pernah kebagian banyak part, yang tampaknya sudah menjadi nasib seorang leader untuk kebagian part menyanyi paling sedikit. Paling terlihat di Never yang hanya seiprit, part rap dengan penuh keikhlasan di dominasi oleh Woojin dan Guanlin. Kemudian merasa bahwa part yang sedikit di Never itulah yang menjadi awal kemundurannya Jonghyun di P101 hingga akhirnya benar-benar mundur. Tapi julukan sebagai Nation Leader itu abadi.

Leader yang selalu kebagian part sedikit itu turut saya rasakan pula saat menonton Chan di program Mnet Stray Kids. Chan yang suara bahkan nada tingginya yang cenderung stabil itu lebih suka memberikan part menyanyi kepada membernya. Paling parah jadwal tidur malam Chan di jam subuh karena kesibukannya tidak hanya sebagai leader yang mengurus kepentingan anggotanya tapi juga sebagai komposer lagu-lagu Stray Kids. Di mohonkan kepada JYP agar tidak merecoki Chan saat membuat lagu, jika nanti Stray Kids berpaling dari konsep darknya, enggak tahu deh mumetnya Chan kayak apa.

Di survival show berjudul nama boybandnya sendiri, Chan yang masa traineenya sudah seumuran dengan anak SD kelas 1 itu membentuk grupnya sendiri, bukan JYP yang membentuk loh. Chan sang pelopor, memilih member sendiri sampai produksi lagu sendiri. Di program Stray Kids, Chan berjuang untuk mendebutkan grup yang dibentuknya secara utuh. Saat Minho dan Felix di eliminasi, kelihatan sekali kalau Chan berusaha tegar dihadapan para membernya. Dalam kamera mnet, jika member lain terjebak mengenang tereliminasinya Minho dan Felix, dengan cepat Chan berusaha mengalihkan topik. Lalu saat Minho dan Felix akhirnya kembali lagi, Chan malah tidak ikut memeluk seperti member lain namun ia malah berdiri diam melihat kebahagiaan membernya dan senyum di bibirnya Chan tak hilang bersama eye smile nya yang maha manis itu. Aduh Chan terenyuh aku. Sungguh tak tertutupi kebanggaan Chan terhadap Stray Kids.

Saya termasuk orang yang tidak bisa jadi leader. Saya lebih suka mementingkan diri sendiri. Dengan mementingkan diri sendiri tentu saya tak akan merepotkan orang lain dan tak perlu menjadi perhatian orang lain. Lalu pada akhirnya saat menjadi leader saya akhirnya kewalahan sebab tak ada yang mau memperhatikan saya. Tapi ternyata ada hal menarik dengan menjadi leader yakni bagaimana saya bisa terlibat utuh pada proses yang saya jalani. Bahkan sejujurnya, perasaan dimarahi atas nama anggota tidaklah begitu buruk. Pasalnya pada saat itulah saya merasa tidak sepenuhnya bersalah. Agak jahat ya saya sebab memang ikatan emosional saya dengan orang lain sangatlah kurang, saya masih belum sepenuhnya memanusiakan diri.

Saya respek sekali dengan orang atau teman yang mengemban posisi sebagai leader. Sebagai anggota saya akan lebih suka menyemangati leader dan mempercayakan orang lain untuk membantu leader dalam mengontrol anggotanya. Anehnya saya suka sekali berbicara menyemangati leader dalam momen seperti itu. Lalu melihat dua leader boyband di atas, saya malah tertarik ingin mencoba lagi menjadi leader.

Iklan

Dek Woojin, Panggil Aku Nuna

Dari facebook page Wanna One, foto masa kecilnya Woojin menakjubkan

Saya suka sekali dengan Boomerang nya Wannaone. Namun anehnya malah sangat tak bersemangat dengan lagu terbarunya Wannaone yang judulnya mirip fandom Highlight itu hehe. Bahkan bagi saya vokal Jaehwan tak mampu menyelamatkan lagu itu dari radar pencela di telinga, saking gemesnya ngerasa ingin mengutuk di MV baru mereka kok jadi berhawa EXO. Duh pedisnya mulut bukan fans ini

Nah basa basi (terdalam) di atas itulah yang justru bikin gemas kuadrat sama Wannaone, terutama sama member yang namanya Park Woo Jin. Lagu Light yang (sebenarnya) tak begitu buruk itu terselamatkan oleh part rapnya Woojin, sungguh Woo Jin bahkan di MV nya pun terlihat keren sendiri. Kok ya dia tambah hari tambah keren, peningkatannya Woojin berlanjut bahkan setelah P101 usai.

Sungguh Tuhan Maha Adil, lewat Woojin seakan ingin dipertegas bahwa usaha tak akan mengkhianati hasil (terkhusus Bae Jinyoung dan Guanlin di P101)

Kesadaran akan kekerenannya Woojin terlahir dari kekaguman atas kemampuan menari dan rapnya yang sama sama level ahli, ya meskipun sifat tertutupnya Woojin bikin dia serta kemampuannya jadi benar-benar tertutupi oleh Daehwi (yang juga bekerja keras itu). Woo Jin ini 99 line yang lahir tanggal 2 november, berarti zodiaknya Scorpio. Tapi emang sejak jaman P101, penampakannya Woo Jin sama sekali bukan Scorpio. Woojin kerap menyendiri efek susah berbaur, kalau lagi latihan sama team suka bikin garis pembatas antara dirinya dan timnya. Sama kayak saya yang sulit percaya zodiak saya Leo, ah mungkin saya Aquarius. Ah misterius *apasih*. Hhe back to Woojin

Saya bukan penggemar gingsul sejujurnya. Meskipun secara look selera saya lebih ke Ong yang maha lucu itu, tapi kaget euy sama tampilannya di konser pun bisa ganteng tak kalah dengan member lain terutama maknae line di bawah usianya. Di satu sisi gairah anak muda yang kerap ditunjukkan Woo Jin dari gayanya yang saya tangkap tiap nonton dia di laptop bikin malus, merasa tua pada akhirnya lalu meminta dipanggil nuna sama dek ujiiinnn bin emeshh~~

Sekilas Boygroup : Wanna One dan Stray Kids


Boyband hits besutan Dangdut Academy Korea musim ke-2, yess Wanna One yang menggemaskan dari segala sisi itu. Hampir saya menyukai semua membernya, mereka punya kekhasan masing-masing yang jadi indah saat dipersatukan. Apalagi saat Produce 101, saya banyak belajar tidak hanya dari trainee yang sekarang jadi member Wanna One namun juga trainee lain yang gagal debut. Paling suka sama gayanya Jonghyun Nuest dan disitulah saya mengerti mengapa banyak penonton P101 yang menyangkan dia enggak debut
Balik lagi ke Wanna One. Meski suka sama semua member tapi saya paling gemes tak tertahankan sama si marga langka Ong Seung Woo. Lihat mukanya saja selalu bikin ketawa apalagi kalau dia sudah mulai banyak tingkah semakin lucu saja. Selain itu sama Daniel juga, saya yang biasanya tidak tertarik sama center group justru takluk sekali sama Daniel. Orangnya yang sangat apa adanya sekali bikin Daniel jadi menarik, termasuk gaya tidurnya yang enggak banget bagi seorang idol itu. Pffftt.
Sama Park Ji Hoon yang selalu ingin dikatakan manly tapi tak bisa nahan hasrat untuk memiliki boneka, saking masih anak-anaknya dia. Lalu Jae Hwan sama Guan Lin yang aslinya kaku namun akhirnya bisa ngedance kayak sekarang, betapa usaha tak mengkhianati hasil yah. Ada Ji Sung yang debut di usia tak muda lagi, sudah seperti Jiwon di UNI.T saja, secara kan Ji Sung biasa aktif jadi backdancer nya Spica hiks~~. Sung Woon juga, keberadaannya sangat membantu Jae Hwan di Wanna One. Btw kalau kontrak Wanna One habis, saya paling mengantisipasi debutnya Dae Hwi, Woo Jin dkk ya itupun kalau memang mau dibuatkan boygroup hehehehe. Kesemua member juga ding, kesemua member potensial kok, lucu-lucu juga. Bisa dibilang fresh sekali lah Wanna One ini.

Bang Chan Bang Chan Bang Chan. Bicara Stray Kids adalah bicara Bang Chan. Dalam acara reality Stray Kids yang juga ditayangkan mnet itu, diceritakan usaha Bang Chan dalam mendebutkan grup yang ia bentuk sendiri, berusaha mendebutkan kesemua membernya meskipun JYP hendak mendebutkan hanya 7 di antara 9 member nya Bang Chan. Bang Chan bertanggung jawab penuh terutama dia ikut andil dalam membuat beberapa hits nya Stray Kids di album predebut mereka. Keloyalan Bang Chan terhadap grupnya tersebut bisa dilihat dari member Stray Kids yang juga amat mencintainya. Meski masa trainee mereka memang belum selama Bang Chan, namun kerja keras itu pun nampak adanya. Debutnya begitu dinanti, District 9 mengeksiskan genre Stray Kids yang berbeda dengan boygroup baru lainnya termasuk Wanna One.

Selain Bang Chan tentu ada Changbin yang auranya cetar. Juga Jisung yang amat berbakat. 3Racha itu keren sekali, yah berjuang keraslah Bang Chan dkk.

Reuni SPICA dan Rambut Pendeknya Narae

Reuninya Spica memang sudah sering terjadi meski masih sebatas kecil-kecilan alias ada minus satu member yang enggak datang terus belum ada tanda-tanda lagu baru hikseu~. Mari tak henti-hentinya berdoa semuanya diberikan umur panjang dsan kelancaran untuk Jiwon sebelum debutnya di UNI.T

Ah betapa kangennya saya sama Narae, rambut pendeknya sangat membahagiakan

Ong Ganteng


Paling ingat quote dorama Hanakimi yang mengatakan bahwa pria tampan adalah aset negara. Maka dengan ini saya ingin bilang bahwa Ong Seung Woo adalah pria tampan aset negara Korea. Tak lupa beserta member Wanna One yang lain. Kapan-kapan curhat Wanna One yaaa. Salam Ong, semoga hidup kita semua senantiasa dilimpahi Ong, itu kata Mei Mei yang semangat ngerayain Imlek di serial Upin Ipin.

Kok Lagu-Lagunya BTS Bagus Ya?

Boyband Korea yang berhasil merebut hati John Cena LOL

BTS debut tahun 2013 lewat lagu No More Dream. Meski lagunya bagus, sayangnya saya kepalang ilfil sama gayanya Jimin menunjukkan abs di adegan MV nya. Ilfilnya mau sama kayak melihat Gikwang sok seksi di awal awal saya menyukai BEAST, jadinya tidak memperhatikan sepak terjang mereka lagi hehehe. Lalu seiring bosan teramat sangat dengan Kpopland, makin makin terjauhkanlah saya dengan BTS, mendapati mereka di laptop teman teman saya pun cuek saja. Eh tetiba ARMY bukan lagi hanya sebuah fandom melainkan menjadi umat, sekiranya apa yang sudah BTS lakukan di Kpopland selama saya menjauh pergi? Kenapa saya ketinggalan momen BTS menjadi worldwide?

Sisa sisa yang saya tangkap juga ada pada ketotalan Big Hit memanfaatkan internet dalam mempromosikan Bangtan
BTS suka sekali bermusik EDM, bahkan sebelum saya menyukai genre tersebut. BTS juga kerap melontarkan kritik sosial lewat syair lagu mereka, seperti di lagu N.O yang sangat disayangkan lagunya kurang saya suka saat pertama kali mendengarnya (bagaimana jika mendengar ulang ya?) jadinya kesan peka sosial masih belum bisa menarik saya untuk menengok BTS duh. Sampai akhirnya MV BTS untuk pertama kali saya download itu karena Lumpens, sutradara yang biasa menggarap MV nya SPICA itu ternyata juga langganannya Big Hit untuk menggarap MV BTS. Saya menonton I Need U dan Run lalu mendapati khasnya Lumpens memunculkan scene terpotong-potong itu jodoh banget banget banget ke BTS. Nah dengan kritik sosialnya (yang terus berlanjut), dengan konsisten hip hop EDM dan Lumpens nya adalah karakter Bangtan buat saya, sungguh karakter sebuah boyband Korea yang amat berbeda dengan yang lain, epic sekali.

Saya menonton Blood Sweat Tears, Spring Day dan paling suka dan cinta sama Not Today. Disitu saya hanya melongo melihat betapa niatnya Bangtan menggarap, menyesuaikan kelas mereka yang worldwide itu. Saya mencintai musik BTS, mengapresiasi musikalitas mereka sekaligus menanggung resiko yang seharusnya tidak dibiarkan oleh para fangirl; tidak menghapal nama maupun wajah para member Bangtan. Saya hanya akrab pada wajah seksi Jimin juga wajah garang Rapmon, wajah imut Joongkook yang digilai anak anak SMA saya tak tahu yang mana. Eh tapi sekarang sudah 90% hapal kok  member Bangtan yang mana V, Suga, J-Hope dan paling menarik perhatian ada Jin dengan wajah datar tak sesangar image Bangtan. Jin yang nyium patung di MV Blood Sweat and Tears lololol. Saya juga sudah paham pengelompokannya, Vocal Line terdiri dari Joongkook V Jimin Jin sementara Rap Line ada Rapmon Suga J-Hope.

Puncaknya keajaiban yang melahirkan tulisan ini terjadi 2 hari kemarin. Saya merasa agak kecewa dengan album terakhir BTS yang tidak bisa menarik hati saya dalam sekali dengar, bahkan DNA itu sendiri. Mengingat ingat fakta di atas, saya dengan iseng main hape sambil mendengarkan playlist random Bangtan di laptop. Saya takjub, tanpa sadar sepuluh lagu Bangtan berjalan tak pernah sekalipun saya melakukan skip. Buat saya yang suka main skip ini sungguh luar biasa loh, bahkan album Love Yourself yang mengecewakan itu juga sudah terhabiskan. Wow ternyata Bangtan sehebat ini, kekuatannya juga pada berkali-kali dengar dan memang lagu-lagunya rata bagus. Kok bagus ya? Keren keren.