Setelah Menonton Raazi, Vicky Kaushal Ganteng Sekali

Raazi adalah film yang salah satunya diproduksi Dharma Productions, nama Karan Johar adalagi sebagai produser. Juga lagi-lagi bintangnya adalah rising star kesayangannya Karan, eneng Alia Bhatt. Oiya sudah menonton film The Ghaazi Attack yang juga dibuat Dharma Productions itu? Raazi ini kayak prekuelnya hehe

Lanjutkan membaca “Setelah Menonton Raazi, Vicky Kaushal Ganteng Sekali”

Iklan

Langsung Nonton atau Menunggu Tamat, Saya Tetap KKN


Kegalauan antara menonton langsung atau tidak Mr Sunshine dan Life akhirnya terjawab juga. Bulan Agustus yang merupakan bulan sibuk untuk menonton kedua serial itu adalah bulan jadwal KKN saya tahun ini, ya mungkin September baru balik. Itupun tetap saja disibukkan dengan membuat laporan KKN, hal yang bikin sumpek senior saya sepulangnya mereka dari KKN. Otomatis baru akan menonton keduanya ya saat akan ada waktu luang, entahlah kapan semoga tidak ditelantarkan seperti Secret Forest juga. Hmm harus siap terima spoiler nih hikseu.

Btw poster karakternya Life menampilkan Lee Dong Wook, mungkin saja tokoh utamanya juga dia. Ahh terserah sajalah. Kalau Byun Yo Han yang berperan jadi playboy bikin saya penasaran akan bagaimana dia di Mr Sunshine. Ganteng sih, siap siap cuci mata juga sehabis KKN. Mohon doanya ya agar dilancarkan amiin.

Menonton Amitabh Bachchan Sebagai Angry Young Man

Hehehe barusan saya googling kalau Angry Young Man nya om Bachchan itu paling spesial ada di film Deewar, film jadul beliau yang baru saja saya tonton beberapa waktu lalu. Deewar dengan segala kejadulannya berhasil memikat saya ya meskipun sehabis menontonnya saya meminta agar Deewar ada yang remake, kalau bisa sih sinema di luar India hehe Hollywood tak mengapa kayak The Departed yang menyadur dari Infernal Affair itu. Ohya film ini juga loh yang turut menginspirasi lahirnya film Hong Kong kesukaan saya, A Better Tomorrow nya om John Woo. Keren euy.

Selain Deewar, saya baru menonton dua film jadul Bachchan yang lain yakni Sholay dan Anand. Kalau di Sholay beliau jadi second male karena lead male nya itu om Dharmendra. Itu barangkali yang bikin Angry Young Man nya terasa kurang (porsi), padahal karakternya sudah bad ass sekali, karakternya jauh lebih serius daripada karakter yang diperankan sama Dharmendra yang lebih konyol. Bachchan di Sholay yang kaku dan serius itu diam-diam jatuh cinta pada seorang janda muda yang diperankan sama istrinya sendiri hehe ujung-ujungnya Bachchan meninggal hanya Dharmendra yang hidup dan happy ending dengan wanita yang juga diperankan oleh istrinya. Auh nyebelin.

Kalau di Anand, beliau tetap memerankan karakter yang kaku dan dingin tapi bukan angry young man. Sejurus genre filmnya yang lebih drama dan non aksi, Bachchan memerankan karakter seorang dokter muda penyuka sastra yang menerbitkan buku tentang kisah hidup pasiennya yakni Anand. Kalau di Sholay saya paling gemes sama Bachchan, kalau di Anand saya murni gemes sama om Rajesh Khanna yang berakting keren sebagai Anand, manusia yang cerewetnya bukan main sehingga tak nampak bahwa dia adalah pasien kanker stadium akhir yang diperkirakan sisa hidupnya hanya 4 bulan lagi. Chemistry dokter-pasien mereka menggemaskan sekali dan di Anand pulalah saya berpikir bahwa Om Bachchan semasa muda itu rupanya ganteng hehe. Film Anand ini rekomendasi dari saya untuk kalian nonton, tak peduli kalian penggemar Bollywood atau bukan. 

Nah, di Deewar inilah saya menemukan sosok utuh karakter angry young man lewat Vijay yang diperankan Amitabh Bachchan. Isi cerita film Deewar pernah saya temukan di ftv dangdut gentabuana, terutama saat Vijay kecil sepulang sekolah pernah dicegat warga lalu dipukuli dan di tattoo tangannya bertuliskan “bapakku pencuri” T_T. Masa kecil penuh derita itu membuatnya keras saat sudah dewasa, menjadi buruh kasar dan pandai berkelahi. Bekerja mati-matian membantu ibunya menyekolahkan adiknya Vijay bernama Ravi. Nah, Ravi berkat koneksi dari pacarnya (ahai, kudu ditulis) berhasil jadi polisi sedangkan kakaknya Vijay menjadi seorang gangster ternama. Jalan yang berseberangan itulah yang menjadi konflik utama dari Deewar. Seperti Sholay, lagi-lagi karakter Bachchan meninggal dunia.

Saya pun mengerti betapa dikenangnya Bachchan dengan karakter Angry Young Man nya sebab di Deewar memang beliau keren sekali. Paling jadi favorit saya pas perkelahian di gudang itu, pengeroyokan satu lawan banyak yang terasa wajar saja pabila dimenangkan oleh Vijay. Hehehe kabarnya adegan itu tanpa stunt, seperti yang saya baca di blognya Mas Mahfud menyebutkan bahwa para pemain menangis kesakitan dalam diam. Bachchan juga dong berarti, good job sekali kalau begitu.

Angry Young Man nya Bachchan di Deewar bukan hanya pada adegan aksi namun juga pada adegan kuil saat Vijay berbicara dengan patung dewa. Jadi ceritanya Vijay ini merasa Tuhan tak adil memperlakukan keluarganya, untuk itu dia memberontak dengan menolak masuk kuil padahal ibu dan adiknya sudah sedemikian sering membujuk Vijay. Nah, monolog dengan Tuhan itu jadi poin plus lain Amitabh sebagai angry young man, akting Bachchan waktu itu memang memukau, bagus sekali saya suka hehehe.

Tidak bisa ditolak lagi bahwa Bachchan adalah pemeran angry young man yang keren. Sehabis Deewar semoga bisa menyusul menonton Zanjeer. Mau dong lihat Bachchan sebagai Inspektur Vijay, seorang angry young man maha terkenal itu.

Awali Hari dengan Byun Yo Han


Saat menonton Misaeng, saya termasuk orang yang terkesan pada pandangan pertama dengan Byun Yo Han yang waktu itu memamerkan jidat lebar disertai karakternya yang menyebalkan saya pribadi. Lalu lama kelamaan kesan saya padanya membaik saat menyadari kegantengannya di Six Flying Dragons cenderung mirip almarhum Leslie Cheung di Ashes of Time. Bedanya Byun Yo Han berjanggut dan kekonsistenan janggutnya itulah yang sangat mencuci mata saya selama ini, tiap membuka fanpage resmi yang kerap mengupload foto foto Byun Yo Han, diselang belum adanya drama baru dari dirinya. Alhamdulillah di Mr. Sunshine, lagi-lagi Byun Yo Han berjanggut, Yoo Yeon Suk juga hanya Lee Byung Hun yang tidak.

Saya berpikir membatasi kepo pada Mr Sunshine adalah hal terbaik yang perlu saya lakukan, disamping masih dilema apakah saya harus mengikuti dramanya semasa tayang atau menunggu tamat dulu baru ditonton (ada saran untuk ini?). Karakter poster para pemain utama sudah dirilis, bebeb Kim Tae Ri juga, paling membahagiakan ya karakter posternya Byun Yo Han. Janggutan, bercerutu, sekilas karakternya bakal bagaimana sudah nampak, slengean yang manis sekali, subhanallah Byun Yo Han.

Byun Yo Han yang ganteng, gak usah cukuran masss uwu uwu~~

Teori Cocoklogi Secret Forest dan Misty


Misty couple ini berhasil didominasi oleh Kim Nam Joo, namun bukan berarti Ji Jin Hee tertutupi, yang ada malah menambah baik.

Begitu juga dengan partner couple Jo Seung Woo dan Bae Doo Na ini. Seiring ceritanya yang memang menonjolkan Hwang Shi Mok, mereka saling melengkapi satu sama lain. Lalu…

Kapan bisa mempertemukan mereka dalam satu proyek? Hehehe

Yoon Dujun dan Takeshi Kaneshiro – Diam Diam Food Porn

Saking gandrungnya Yoon Dujun dengan peran food porn nya, ia kembali di konfirmasi akan membintangi seri ke-3 Let’s Eat dengan Baek Jin Hee sebagai lead female nya. Ini sungguh kabar gembira sih, apalagi enggak puas dengan perannya di drama Radio Romance. Memang iya akting terbaik Dujun sejauh ini ialah sebagai Goo Dae Young, makanya sewaktu jadi raja di drama Splash Splash Love cocok juga karena karakternya ada Goo Dar Young nya sedikit hehehe.

Sekadar mengingatkan bahwa Goo Dae Young adalah seorang food blogger. Ia mengupload makanan yang hendak ia review yang apabila tak tersisa apa-apa dalam piring maka Goo Dae Young menyukai makanan tersebut. Tapi ujung-ujungnya penyuka mie, enggak jauh beda sama Takeshi Kaneshiro di This Is not What I Expected.

Setahun rilis ciye

Direktur Li (kalau tidak benar) adalah konglomerat yang gila detail akan makanan, benar-benar saingan berat Goo Dae Young. Sebagai orang kaya yang pilih-pilih makanan dan maunya enak saja, ia akhirnya takluk pada seorang chef muda wanita yang ia cintai makanannya.  Padahal banyak kesalahpahaman telah terjadi antara mereka, khas romcom yang jika film Mandarin ini tak dikemas cantik, maka melenceng sedikit sudah pasti mirip ftv tengah hari.

Filmnya sudah lama ada di laptop tapi saya baru saja bisa nonton setelah meresync subtitlenya (yang ternyata mudah itu). Belum dapat sub-indo nya, agak tersindir untuk mencoba namun apa daya sibuk sekali. Akan sangat bagus jika dipertemukan yah. Takeshi sama Zhou Dongyu aja jadi bagus begitu. Aduh bias biasku food porn, jalan takdirnya memang sungguh.