Mengharap Lebih pada Romansa “Game of Thrones”

Mari memandang Game of Thrones dari sudut lain, yang lebih dari kevulgaran yang konsisten dipertontonkan, yakni romantisme hehehehe. Ini murni membicarakan serialnya loh ya, tidak termasuk novelnya yang tetap bikin penasaran meskipun sudah nonton serialnya.

Baru baru ini saya menyadari bahwa Nikolaj Coster Waldau, pemeran Jaime Lannister itu ternyata ganteng sekali. Di season 2-3 ia jadi tawanan keluarga Stark dengan rambut gondrong lusuh yang kemudian melakukan perjalanan dengan Brienne menuju Kings Landing. Nah keromantisan yang tercipta antara Jaime dan Brienne itulah yang bikin saya luluh saat menonton GoT, sebuah jenis tontonan yang selama ini saya menuntut otak untuk lebih bekerja ketimbang hati (ceilah). Sesampainya di Kings Landing mereka pun berpisah dengan Jaime yang tinggal dan Brienne yang kembali berusaha mencari keberadaan Stark di luar sana. Tak ada momen romansa lagi, Jaime kembali f his sister dan kegantengan Nikolaj dalam diri Jaime pun sirna sudah hehe. Tapi ya emang dasar couple Jaime-Brienne sudah jadi couple kesayangan. Cersei ngamuk ke Brienne yang kalau gak salah Cersei ngomong “you love my brother”. LOL.

Satu hal yang bikin saya semangat banget sama season 7 adalah antisipasi reuni Sansa dan Tyrion suami istri yang terpisah.  Sudah ngarep sengarep ngarepnya eh tak kesampaian, justru Brienne sama Jaime yang udah ketemuan (doh couple kesayangan) dan Tyrion ketemunya sama Cersei Jaime. Awas aja sih kalau gak ada pertemuan mereka di season 8. Baca-baca artikel lain tentang antisipasi penonton terhadap musim kedelapan GoT, gak ada tuh yang ngarep Sansa Tyrion reunian. Apa emang cuma saya yang berharap? Aduh delulu ini tiada henti, akh kan memandang dari sudut lain.

Habisnya sih, menurut pendapat saya pribadi kan emang Sansa cocok dipasangkan dengan lelaki manapun (even Lord Baelish). Waktu pengumuman pernikahan Sansa Tyrion, kan momennya tidak tepat begitu, Sansa yang sangat tidak betah di Kings Landing dikelilingi Lannister yang membunuh ayahnya lalu Tyrion yang lagi cinta-cintanya sama Shae. Tapi mereka kiyowo dan itu tak bisa ditampik apalagi sama saya hehehe (Tyrion dan Shae pun kiyowo). Sayang banget sih mereka terpisah tanpa perkembangan berarti makanya saya berharap sekali terhadap pertemuan dua orang ini. Ayolah heuheu~

Lalu berkaitan dengan Yoko dan Bibi Lung nya Westeros, apa gak ada gitu ya yang mengantisipasi bagaimana jika Dany tau bahwa Jon keponakannya? Dany yang kerap mengklaim sebagai keturunan terakhir Targaryen pasti cengo dong, marah dong kalau ternyata yang keturunan terakhir itu bukan dia tapi Jon *maksa*. Terlebih lagi Jon cowok, bisa dibilang dialah pangeran yang dijanjikan itu. Posisi Dany lemah dong, usahanya atas Qarth, Meeren, Astapor pasti kesemuanya lari ke Jon dong *maksa banget*. Pasti lebih keren kalau Dany jadi Mad Queen daripada Cersei iyakan? Ehehehe~ Jon juga paling klop waktu sama Ygritte kok bukan sama Dany hahaha dihajar juga nih. Dany sama Ser Jorah aja *tergaplok*

Oiya, yang paling gila tentu couple majikan dan peliharaan nya Ramsay Bolton sama Theon Greyjoy alias Reek. Sayang ya gak nemu orang yang bikin fanfiction mereka dalam bahasa Indonesia. Sosis sebagai kata kunci (huek). Bahkan pada romantisme pun, GoT menyajikan pilihan beragam. Gak ada couple baik-baik, yang anehnya malah bikin saya demen hahaha, kedemenan yang tak saya dapatkan pada tontonan yang emang niatnya cinta-cintaan. Ayo couple GoT mana lagi yang seru? Jon sama Ygritte tak usah diragukan lagi ya. Terus apakah hanya saya juga yang melihat GRRM ini feminis? Hehe~~

Iklan

Casting Terbaik di Serial Game of Thrones

Ini good dan memang good. Yoko dan Bibi Lung versi Barat. Kredit khusus untuk Daenerys yang diperankan dengan amat meyakinkan sama si manis Emilia Clarke. Untung sudah nonton Me Before You jadi bisa lihat Emilia Clarke kebanyakan senyun di film itu.

Sebab rasa penasaran yang tak akan dapat tertebus dengan mengikuti perkembangan novelnya (gak punya duit untuk beli gais), saya mulai mengikuti versi serial A Song Of Ice and Fire yang diberi judul Game of Thrones. Kehebohan di season 7 turut saya rasakan, semua orang membicarakan serial produksi HBO ini yang kelak menjadi modal untuk saya berekspektasi tinggi saat menontonnya. Sejauh ini suka kok dan saya puas dengan castingnya. Lalu ingin menyebutkan mana-mana pemilihan pemain yang paling memuaskan saya di postingan ini hehehe.

Keluarga Stark

Tersisa di season 7

Mulai dari Ned, Cat, Rob, Sansa, Arya, Bran bahkan Jon dan Theon, kesemua keluarga Stark ini cocok sekali. Terkhusus Ned dan Cat, kesemua anak-anaknya membuat saya merasa mereka memang benar-benar keluarga kandung. Sepanjang nonton serialnya, keluarga Stark ini selalu bikin gemes dengan sikap mereka, saya sebagai penyuka keluarga Stark masih sempat ngata-ngatain bego saking gemesnya hehehe. Mereka polos kebego-begoan gitu, ah dasar penonton yang selalu pandai komentar.

Sansa yang cocok dipasangkan dengan lelaki siapapun. Gong Hyo Jin versi Barat.

Bahkan kepada dua orang Stark yang bukan kandung seperti Jon dan Theon. Jon ini polosnya bukan main yang anehnya justru senantiasa menegaskan andilnya dalam pergerakan cerita Game of Thrones. Lalu Stark yang paling apes di serial adalah Theon Greyjoy. Jika Jon adalah anak haram Stark maka Theon adalah tawanan berstatus anak Stark, dimana Cat termasuk golongan ibu yang lebih mencintai keluarga kandung ketimbang dua orang ini, berbeda dengan putra putri Ned Cat yang lebih welcome dengan kehadiran mereka berdua. Tiap ngetawain Theon jujur aja sih agak ngerasa bersalah, apalagi saat ayahnya justru lebih mempercayai anak perempuannya daripada Theon sendiri, padahal bukan Theon yang mau tinggal bersama keluarga Stark. Sigh, membuat saya merasa bahwa GRRM adalah lelaki feminis sebab di GoT dirinya justru menguatkan posisi wanita daripada pria. Contoh jelasnya ada pada Ned, maaf aja ya Ned adalah salah satu karakter yang begonya bikin gemes, namun amat saya sesali kematiannya.

Keluarga Lannister

Cersei, Jaime terutama Tyrion dibawakan aktor aktris yang sangat bisa dipercaya hingga jadilah keluarga Lannister yang gokil ini. Antagonis lembut ini tak lupa didalangi oleh ayah mereka, Tywin Lannister yang juga diperankan aktor yang baik. Sebagai antagonis yang bikin penonton kesel sudah dijalankan dengan baik oleh orang-orang Lannister ini. Terkhusus Tyrion, halfman yang selalu bikin saya iba sekaligus menyukai karakternya. Lannister kemudian semakin kuat terutama Cersei, otak dibalik sikap anak-anaknya yang diangkat menjadi raja setelah kematian Robert Baratheon. Deritanya menjadi permaisuri yang tak di cintai Raja justru menguatkannya dalam menghadapi persaingan keras di Kings Landing. Sungguh feminis serial ini ya haahahaha ampun.

Joffrey Baratheon



Ini dia best casting di serial Game of Thrones menurut saya, antagonis yang bikin banyak penonton naik darah. Di novel kejamnya bukan main (di novel Joffrey sering nyuruh The Hound buat mukulin Sansa) dan di serial Joffrey diperankan dengan pas oleh orang yang dari wajahnya saja sudah menyebalkan hahahaha sungguh favorit sekali casting King Joffrey ini.
Gak perlulah nyebutin pola tingkah Joffrey yang menyebalkan, cukup ingat bagaimana cara Joffrey berakhir begitu memuaskan. Saya selalu berpikir akan sangat tidak asik apabila Joffrey diperankan oleh orang lain.

Nah sekiranya itulah dia casting kesukaan saya di serial Game of Thrones. Semoga bisa ngikutin season 8 nya kelak ya heheheh.

Reza Sang Suara Emas Dari Asia dan Semoga Kita Tak Melupakannya

tajuknya berat

Sebutan “Golden Voice” itu datangnya dari fans Reza lalu Indosiar menerjemahkannya begitu saja (semoga niatnya memang baik, tidak asal-asalan) menjadi “Suara Emas” dan ditambahi “dari Asia” sebagai tajuk Konser Individunya yang juga ditayangkan di Indosiar.

Lanjutkan membaca “Reza Sang Suara Emas Dari Asia dan Semoga Kita Tak Melupakannya”

#14 Reza Zakarya DAA3

Saya kembali merasakan bahwa penyebab kekalahan Reza selama ini karena saya mengidolakannya.

Ibarat bangun di jum’at pagi, saya harus selalu siap andaikata di jum’at itulah peristiwa hari akhir terjadi. Atau jika ingin lebih santai, saya percaya bahwa di jum’at seterusnya hanya akan seperti jum’at jum’at sebelumnya, besok masih hari sabtu. Di kemungkinan kedua itulah apa yang saya rasakan sekarang, bangun dengan Reza sebagai juara 2 DAA3 seperti apa yang saya percayai sebelum-sebelumnya. Seandainya saya bersama Reza, saya ingin sekali membisikinya bahwa besok masih sabtu, waktu masih ingin ia berjuang membuktikan siapa yang mampu bertahan setelah kontes berakhir. Berkat Reza lah, saya merasa jadi se-positif ini hehehe.

Fase awal Reza mengikuti DAA3 saya menyebutnya sebagai “mas-mas bintang tamu” yang berubah jadi “mas-mas peserta”. Syukurlah sebutan “mas-mas peserta” tak bertahan lama sebab sebutannya berubah lagi jadi “mas-mas penyomot kerjaan backing vocal”, hehehe sebutan “mas-mas” nya Reza yang paling saya sukai. Kenapa saya sebut sebagai penyomot kerjaan backing vocal? Ini berkaitan dengan perkembangan yang ditunjukkan Reza di DAA3, sungguh peningkatan yang luar biasa keren dari segi segala-galanya bila dibandingkan dengan era Reza di DA2 dulu. Pada salah satu penampilan “Qais dan Laila” yang maha grande itu, Reza bersuara falset yang saya pikr dari suara backing vocal eh ternyata suaranya Reza. Reza sekarang doyan falset yah, salah satu keuntungan dari seringnya ia membawakan lagu perempuan di panggung DAA3. Oiya, ada satu julukan lagi, julukan jumawa sebagai “mas-mas konser”, di penampilan terdahsyatnya di lagu Qais dan Laila. Saya merinding tidak diminta, merinding yang tak saya rasakan dengan kontestan lain, meskipun betapa dominonnya Fildan dan betapa chubby nya Aulia.

Dan selamat atas hasil yang ada, saya sudah cukup puas, terlebih merasa tak tersakiti atas hasil yang ada. DA2 menjadi pelajaran bagi saya dalam menyikapi talent search Indosiar ya. Tinggal menunggu bahwa usaha tak akan mengkhianati hasil, saya berharap yang terbaik untuk Reza. Komentar negatif di Instagram berkurang, semakin banyak yang menyayangi Reza, pokoknya semoga jalan Reza semakin di mudahkan saja.