Reza Sang Suara Emas Dari Asia dan Semoga Kita Tak Melupakannya

tajuknya berat

Sebutan “Golden Voice” itu datangnya dari fans Reza lalu Indosiar menerjemahkannya begitu saja (semoga niatnya memang baik, tidak asal-asalan) menjadi “Suara Emas” dan ditambahi “dari Asia” sebagai tajuk Konser Individunya yang juga ditayangkan di Indosiar.

Lanjutkan membaca “Reza Sang Suara Emas Dari Asia dan Semoga Kita Tak Melupakannya”

Iklan

Penampilan Reza Zakarya Paling Mengesankan di Dangdut Academy Asia 3 (Versi Evi)

jika indosiar punya the best versinya, saya juga punya the best versi evi jeremias #eaaa

Seiring berbagai satu dua hal, postingan ini akhirnya baru bisa dibuat. Daftar yang satu ini akan berbeda dari yang sebelumnya jadi tidak ada sistem posisi Lanjutkan membaca “Penampilan Reza Zakarya Paling Mengesankan di Dangdut Academy Asia 3 (Versi Evi)”

#14 Reza Zakarya DAA3

Saya kembali merasakan bahwa penyebab kekalahan Reza selama ini karena saya mengidolakannya.

Ibarat bangun di jum’at pagi, saya harus selalu siap andaikata di jum’at itulah peristiwa hari akhir terjadi. Atau jika ingin lebih santai, saya percaya bahwa di jum’at seterusnya hanya akan seperti jum’at jum’at sebelumnya, besok masih hari sabtu. Di kemungkinan kedua itulah apa yang saya rasakan sekarang, bangun dengan Reza sebagai juara 2 DAA3 seperti apa yang saya percayai sebelum-sebelumnya. Seandainya saya bersama Reza, saya ingin sekali membisikinya bahwa besok masih sabtu, waktu masih ingin ia berjuang membuktikan siapa yang mampu bertahan setelah kontes berakhir. Berkat Reza lah, saya merasa jadi se-positif ini hehehe.

Fase awal Reza mengikuti DAA3 saya menyebutnya sebagai “mas-mas bintang tamu” yang berubah jadi “mas-mas peserta”. Syukurlah sebutan “mas-mas peserta” tak bertahan lama sebab sebutannya berubah lagi jadi “mas-mas penyomot kerjaan backing vocal”, hehehe sebutan “mas-mas” nya Reza yang paling saya sukai. Kenapa saya sebut sebagai penyomot kerjaan backing vocal? Ini berkaitan dengan perkembangan yang ditunjukkan Reza di DAA3, sungguh peningkatan yang luar biasa keren dari segi segala-galanya bila dibandingkan dengan era Reza di DA2 dulu. Pada salah satu penampilan “Qais dan Laila” yang maha grande itu, Reza bersuara falset yang saya pikr dari suara backing vocal eh ternyata suaranya Reza. Reza sekarang doyan falset yah, salah satu keuntungan dari seringnya ia membawakan lagu perempuan di panggung DAA3. Oiya, ada satu julukan lagi, julukan jumawa sebagai “mas-mas konser”, di penampilan terdahsyatnya di lagu Qais dan Laila. Saya merinding tidak diminta, merinding yang tak saya rasakan dengan kontestan lain, meskipun betapa dominonnya Fildan dan betapa chubby nya Aulia.

Dan selamat atas hasil yang ada, saya sudah cukup puas, terlebih merasa tak tersakiti atas hasil yang ada. DA2 menjadi pelajaran bagi saya dalam menyikapi talent search Indosiar ya. Tinggal menunggu bahwa usaha tak akan mengkhianati hasil, saya berharap yang terbaik untuk Reza. Komentar negatif di Instagram berkurang, semakin banyak yang menyayangi Reza, pokoknya semoga jalan Reza semakin di mudahkan saja.

#13 Reza Zakarya DAA3

Dan saya nyesek teramat dalam atas tersenggolnya Azizul.
Sudah 4 besar, malam nanti sudah ketahuan sesiapa yang masuk 3 besar. Saya optimis Reza bisa masuk 3 besar meski sama sekali tidak optimis bahwa Reza akan mendapatkan juara Asia ke-3 setelah Danang dan Weni. Setelah semua yang terjadi, feeling subjektivitas yang selalu membenarkan bahwa ada perlakuan istimewa untuk peserta lain, saya ingin sekali sepenuhnya tawakal, berserah kepada Allah, sebisa saya.
Daripada membahas yang gitu-gituan, mending bahas Reza saja. Reza… Yang ternyata sangat berjodoh dengan lagu-lagu penyanyi perempuan.
Saya selalu protes, selalu, mulai dari kesukaan Reza meng-cover lagu Arab milik penyanyi perempuan. Meski saya tak membantah bahwa hasilnya memang bagus, tapi kok ya jangan lagu perempuan to, kayak nggak ada lagu lelaki saja, ini yang saya rasakan sewaktu iseng menerjemahkan lagu Arab yang dinyanyikan Reza. Bagus sebab tak banyak yang tahu apa makna dari lagu tersebut, tapi bagaimana jika ada yang tahu? Lagu sakit hati level wahid kayak Mathasbnish itu kan kikuk kalau dinyanyikan sama laki-laki. Pikir saya selalu begitu.
Jika melihat lagu pop Indonesia yang biasa di-cover selama ini memang sudah dari sananya ya Reza suka menyanyikan lagu perempuan mulai dari Rossa, Siti Nurhaliza sampai Novia Kolopaking. Kalau dangdut sejenisnya? Ada Nirmala yang saya sukai, yang untung saja konten liriknya tidak terlalu bergender-gender amat (?). Dan yang paling bikin pusing saya ialah saat Reza menyanyikan lagu Jera jaman jadi the real mas-mas bintang tamu di DAA2 dulu. Aduh Jera..  Lagu perempuan, dibawakan dengan ikonik oleh Riza Umami (pasangan duet Rhoma paling epic), kalau di Dangdut Academy identik sama Lesti, terus dinyanyikan sama Reza, laki-laki… Pusing saya. Tapi ya apa hendak dikata, tanpa mengingat bahwa saya adalah fans berat Reza, saya sangat menyukai persembahan Jera male version oleh Reza tersebut. Aduuh Reza, kamu kok ya, kamu kok ya, nyanyi lagu perempuan kok bagus. Dimana lagi ada penyanyi pria dengan suara double-bass yang cocok menyanyikan lagu perempuan seperti kamu? Dimana Reza? Dimana? Mungkin subjektif ya, saya tidak mengingat siapa-siapa.
Mumetnya di DAA3 Reza semakin menjadi-jadi membawakan lagu perempuan. Paling liar sewaktu menyanyikan lagu Aku Suka nya Dewi Perssik, pakai acara desah-desahan dan suara “kurrr” yang maha konyol (tapi asik) itu. Cukup terkontrol saat membawakan Ku Tak Mengukur Dalam nya Erie Suzan, toh lagu ini sudah tidak asing bagi yang mengikuti channel youtube nya beliau. Dan yang membuat saya menyimpulkan bahwa Reza berjodoh dengan lagu perempuan itu pas menyanyikan lagu Ku Ingin nya Rita Sugiarto.
Ya protes lagi dong.
Kepada Mas Anang saya ngomel-ngomel kenapa Reza membawakan lagu perempuan lagi, lagu yang jika dikaji (ceilah) agak keperempuanan. Untuk lagu Ku Ingin, bagi saya inti dari lagu ini terletak di lirik terakhirnya yang menyebutkan “tunjukkanlah sikapmu bahwa kau sayang padaku”. Saya ingin sekali berkata seperti itu di depan cowok yang saya sukai hahahahaha.
Okelah, video GR nya Reza saat menyanyikan lagu Ku Ingin membawa angin segar. Saya agak lama untuk menebak-nebak lagu apa yang dinyanyikan Reza. Sampai menyadari bahwa lagu itu adalah lagu Ku Ingin, saya takjub bahwa lagu ini terdengar beda sekali saat dibawakan sama Reza, meski hanya terdengar sebentar. Tak lama kemudian kembali gelap mata, lanjut ngomel ngomel ke Mas Anang kenapa Reza benar-benar memyanyikan lagu perempuan. Ampun mas.
Akhirnya dibikin bungkam saat menonton performnya langsung lewat video WA. Benar-benar berbeda, sungguh, sudah tak terasa Rita Sugiarto nya. Aduh Reza, bikin bangga. Improve mematikannya racun sekali, di ending lagu sampai komentator sudah standing ovation saat improve itu keluar. Bikin pangling, bikin lupa kalau Reza sepanjang sore sebelumnya bikin saya ngomel karena menyanyikan lagu perempuan. Aduh yang namanya jodoh, meski dalam lubuk hati terdalam saya tetap mengharapkan Reza menyanyikan lagu lelaki, referensi lagunya jaman DA2 dulu saya lebih suka. Terbukti dari seringnya peserta lain membawakan lagu yang sudah dibawakan oleh Reza, kan keren. Tapi sekali lagi saya ingin mengakui bahwa Reza memang berjodoh dengan lagu perempuan, mengulang bahwa tidak semua penyanyi pria bisa sepertinya. Semangat Reza, saya percaya kamu.

Oiya tadi malam Reza ganteng sekali waktu menyanyikan O Saiba (padahal gedeg lagi kumat gegara pemilihan lagunya). Post ini juga dedikasi untuk kegantengannya Reza yang serasa flashback era DA2. Aduh Reza, kamu kok ganteng, tak tertahankan. Pingin balik ngalay ngidolain kamu seperti jaman DA2 dulu. Haahahaha tak sanggup aku.

#12 Reza Zakarya DAA3

Dunia baru saja kehilangan Jonghyun, membuat perhatian kami kembali teralih pada kokoriyaan, sampai lupa membahas Reza. Keputusannya untuk menyudahi luka (dengan mengorbankan seluruh sisa hidupnya) mendapat berbagai pro kontra nan percuma, toh yang bersangkutan sudah tenang di sana. Selamat jalan Jonghyun, terima kasih atas semuanya.

Tak ingin membantah, tak ingin menutupi, saya sudah mulai merasa bosan dengan DAA3, yang cilakanya turut mempengaruhi kegirangan saya dalam menunggui perform terbaru Reza. Rasa kecewa atas Engkau Laksana Bulan untung saja terbayar dengan perform Reza membawakan lagu Mata Air Cinta, mengukuhkan posisinya sebagai “Raja Mellow”. Nah gitu dong, belum lagi saat perform lagu Baca, saya senang sekali tim kreatif memilihkan lagu ini untuknya. Ya bagus, saya ingin Reza lebih banyak menyanyikan lagu Rhoma Irama lagi.

Ah sudah cukup “Raja Mellow”nya, manakala malam ini matanya Reza tak berhenti melotot membawakan lagu rock-dut Maling. Ya semoga kalian suka.
Ya… Reza menonaktifkan kolom komentar di IG nya. Itu yang saya tahu, bisa jadi kan sekarang sudah aktif lagi. Nah… Komentar jahat atas dirinya memang semakin menjadi-jadi sekarang ini, dari yang awalnya kritik biasa saja jadi cari-cari kesalahan. Pasti berat kan, dari yang awalnya adem ayem jadi kena hantam komentar jahat nan membludak. Langsung saja saya mengingat Jonghyun sambil berharap Reza belajar dari apa yang dialami Jonghyun, berharap Reza tidak termasuk golongan orang yang mengatai-ngatai Jonghyun bunuh diri karena tak kuat iman. Berharap Reza menyadari betapa ngerinya depresi, yang akan jadi ancaman bagi dirinya paling lama sampai dua bulan kedepan, jika gempita DAA3 masih bertahan. Oiyaaa selamat atas pialanya Rezaaaa, ya RZL solid memang, terbukti hehehe.